Alter Ego memastikan diri sebagai salah satu kekuatan utama di M7 World Championship setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Yangon Galacticos pada hari ketiga Swiss Stage. Bertanding pada Senin (12/1/2026), tim asal Indonesia itu tampil solid dan disiplin dalam duel penentuan yang berformat Best of 3 (BO3).
Laga ini memiliki arti besar bagi kedua tim. Pemenang pertandingan dipastikan langsung melangkah ke Knockout Stage, sementara tim yang kalah harus turun ke fase berikutnya dengan catatan 2-1. Tekanan tinggi tersebut membuat duel Alter Ego vs Yangon Galacticos berjalan sengit sejak awal.
Duel Penentuan Tiket Knockout Stage
Sejak draft pick, terlihat jelas bahwa kedua tim mempersiapkan strategi terbaik mereka. Alter Ego tampil percaya diri dengan komposisi hero yang mengedepankan team fight dan kontrol objektif, sementara Yangon Galacticos mencoba mengimbangi dengan gaya permainan agresif.
Namun, seiring berjalannya pertandingan, Alter Ego menunjukkan kematangan yang membuat perbedaan besar di level internasional.
Game Pertama: Dominasi Alter Ego di Fase Penentuan
Pada game pertama, early game berlangsung sangat ketat. Kedua tim saling bertukar serangan dan tidak ragu mengambil risiko demi mengamankan keunggulan awal. Yangon Galacticos sempat memberikan perlawanan sengit lewat rotasi cepat dan tekanan di beberapa lane.
Meski demikian, memasuki mid game hingga late game, Alter Ego mulai mengambil alih kendali permainan. Momentum penting terjadi pada pertempuran di area Lord pertama. Dalam team fight tersebut, Alter Ego berhasil menumbangkan dua pemain Yangon Galacticos dan mengamankan Lord pertama.
Dengan bantuan Lord, Alter Ego langsung menekan base lawan. Dua pemain Yangon Galacticos kembali tumbang, meski mereka masih mampu mempertahankan base untuk sementara waktu.
Tekanan Alter Ego berlanjut pada Lord kedua. Kali ini, mereka tampil jauh lebih dominan dengan menumbangkan tiga pemain Yangon Galacticos sekaligus mengamankan Lord tanpa kehilangan banyak sumber daya. Serangan terakhir pun tak terbendung, dan Alter Ego menutup game pertama dengan kemenangan pada menit ke-16:46.
Game Kedua: Alter Ego Tampil Tanpa Ampun
Berbeda dengan game pertama, Alter Ego tampil jauh lebih agresif sejak early game pada game kedua. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dan tidak memberi ruang bagi Yangon Galacticos untuk mengembangkan permainan.
Jungler Alter Ego berhasil mengamankan Perfect Turtle, memberi keunggulan ekonomi dan pengalaman yang signifikan. Dominasi semakin terasa ketika Alter Ego mengamankan Lord pertama secara gratis tanpa adanya kontes dari Yangon Galacticos.
Serangan ke base lawan pun dilancarkan. Meski Yangon Galacticos sempat bertahan dan menumbangkan dua pemain Alter Ego, tekanan tidak pernah benar-benar mereda.
Momen krusial berikutnya terjadi di area buff biru milik Yangon Galacticos. Alter Ego kembali unggul dalam team fight dengan menumbangkan dua pemain lawan, sekaligus memperlebar jarak kekuatan.
Tak lama berselang, Alter Ego kembali mengamankan Lord kedua tanpa perlawanan berarti. Dengan keunggulan penuh di semua aspek permainan, Alter Ego menyerang base Yangon Galacticos untuk terakhir kalinya. Tiga pemain Yangon Galacticos tumbang, dan Alter Ego memastikan kemenangan game kedua pada menit ke-14:30.
Alter Ego Jadi Tim Pertama ke Knockout Stage
Kemenangan 2-0 ini memastikan Alter Ego menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke Knockout Stage M7 World Championship. Konsistensi, penguasaan objektif, serta eksekusi team fight yang rapi menjadi kunci keberhasilan mereka.
Sementara itu, Yangon Galacticos harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan ini memaksa mereka turun ke fase berikutnya dengan status 2-1, di mana persaingan dipastikan akan semakin ketat.
Penampilan Alter Ego di laga ini mengirim pesan kuat kepada para pesaing: mereka bukan sekadar peserta, melainkan kandidat serius juara di M7 World Championship.






