Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, sukses mengamankan tiket semifinal Malaysia Open 2026 setelah menumbangkan wakil Jepang, Kodai Naraoka. Bermain di babak perempat final pada Jumat (9/1/2026), pemain yang akrab disapa Jojo ini tampil dominan dan tenang sepanjang laga.
Juara All England 2024 tersebut menyudahi perlawanan Kodai dalam dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-13. Kemenangan ini diraih Jonatan dalam durasi pertandingan selama 47 menit.
Strategi Counter Attack dan Ketenangan di Lapangan

Usai laga, Jonatan mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif di turnamen level Super 1000 ini. Ia menilai keberhasilannya tidak lepas dari penerapan strategi yang tepat sejak awal pertandingan.
“Pertama puji Tuhan bersyukur bisa menampilkan permainan yang baik, bisa menerapkan strategi yang tepat dan bisa kembali lolos ke semifinal Super 1000 lagi,” kata Jonatan dalam keterangan resminya melalui federasi.
Jonatan menjelaskan bahwa momen krusial terjadi pada akhir gim pertama saat kedudukan imbang. Ia memilih untuk membaca pergerakan lawan yang mulai meningkatkan intensitas serangan.
“Dari permainan sebenernya lebih di pas akhir gim pertama, poin 16 sama, saya coba bermain lebih tenang karena saya baca permainan dia, dia mau lebih bermain menyerang. Justru saya tunggu dia untuk main aktif dulu, baru saya counter attack,” ungkapnya.
Selain faktor teknis, Jonatan mengaku berusaha menikmati atmosfer pertandingan agar bisa tampil lepas tanpa beban. “Lebih mengalir saja tadi vibes di lapangannya, coba se-enjoy mungkin, senyum-senyum tadi memang beberapa pukulan dia juga bagus jadi memang patut diapresiasi juga, mungkin saya bisa belajar juga pukulan seperti tadi.” tambah juara Asia 2024 tersebut.
Tantangan Berat di Semifinal
Di babak semifinal, Jonatan Christie sudah ditunggu oleh lawan tangguh asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Kunlavut melaju ke empat besar setelah melewati duel sengit tiga gim melawan Alex Lanier.
Menghadapi Kunlavut, Jonatan menegaskan pentingnya kesiapan strategi dan kewaspadaan tinggi. Ia fokus pada pemulihan dan persiapan taktis untuk laga esok hari.
“Harus lebih aware lagi dengan strateginya, apa yang perlu diperbuat, apa yang harus diterapkan besok, lebih ke arah sana,” pungkas Jonatan.






