PT Krakatau Steel Tbk (KS) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) menandatangani nota kesepahaman pembentukan Banten Migrant Center.

Penandatanganan dilaksanakan di SMK YPWKS, Kota Cilegon, pada Senin (15/06). Program ini dirancang sebagai platform untuk menyiapkan sumber daya manusia, khususnya pekerja migran, yang kompeten dan berdaya saing di tingkat global.

Peran YPWKS dan Aset Pendidikan

YPWKS, yang masih terkait dengan Yayasan Pendidikan Krakatau Steel sejak 2012, menaungi jenjang pendidikan dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan. Yayasan ini disebut telah berkontribusi dalam pembentukan SDM bagi Kota Cilegon dan Provinsi Banten.

Direktur Utama KS, Akbar Djohan, menyatakan kesiapan KS Group untuk mengoptimalkan aset pendidikan, fasilitas pelatihan, dan lingkungan industrinya sebagai dukungan bagi pengembangan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan pasar internasional.

Tujuan dan Harapan Pembentukan Pusat

Hadirnya Banten Migrant Center diharapkan menjadi wadah penyiapan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses penempatan kerja yang legal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banten di berbagai negara tujuan.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan ekosistem industri yang telah berkembang di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja,” kata Akbar Djohan.

Pengakuan Pemerintah

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kerja sama antara Kementerian P2MI, Krakatau Steel Group, IKA Untirta, dan Pemprov Banten dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, yang mewakili Menteri P2MI, menyebut Banten sebagai daerah pertama yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, SMK, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia.

“Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global. Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional,” ujar Dwi Setiawan Susanto.

Menurut dia, Banten Migrant Center akan menjadi wadah penguatan kompetensi, pelatihan, dan akses informasi bagi calon pekerja migran sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan.