Cadangan minyak mentah darurat Amerika Serikat kini berada pada titik terendah sejak 1983, setelah pemerintah melanjutkan rencana pelepasan stok untuk meredam lonjakan harga bahan bakar akibat konflik di Iran.
Data Departemen Energi AS yang dikutip menunjukkan Strategic Petroleum Reserve (SPR) tersisa sekitar 340 juta barel sebelum rencana pelepasan tambahan sebanyak 172 juta barel selesai dilaksanakan.
Penurunan Stok dan Implikasi Ketahanan
Jika seluruh rencana pelepasan itu direalisasikan, cadangan kemungkinan akan menyusut hingga sekitar 243 juta barel, atau hanya sekitar sepertiga dari kapasitas maksimal fasilitas tersebut.
Para analis menyatakan penipisan stok seperti ini mengurangi fleksibilitas AS dalam merespons gangguan pasokan di masa mendatang. Kepala Analisis Perminyakan di GasBuddy, Patrick De Haan, mengatakan idealnya cadangan berada di level 150 juta hingga 200 juta barel untuk berfungsi optimal sebagai penyangga pasar.
“Kondisi saat ini menyisakan ruang yang sangat sempit untuk pelepasan tambahan di masa mendatang,” ujar De Haan.
Kebijakan Pemerintah dan Skema Pertukaran
Departemen Energi AS menyatakan pemerintah mengelola cadangan sesuai peruntukannya, yakni menstabilkan pasar minyak dan menjamin keamanan energi nasional.
Dalam praktiknya, pemerintah menjalankan skema pertukaran: minyak dipinjamkan kepada perusahaan swasta yang kemudian wajib mengembalikan volume beserta bunga. Pemerintah melaporkan tingkat pengembalian mencapai 26%, yang diklaim dapat menghemat anggaran pembayar pajak hingga lebih dari US$3 miliar.
Selain itu, pemerintah menargetkan pengisian kembali cadangan sebanyak 200 juta barel dalam satu tahun ke depan.
Tekanan Politik dan Pergerakan Harga
Penurunan cadangan ini menjadi tantangan politik bagi pemerintahan Presiden Donald Trump, terutama menjelang pemilihan paruh waktu. Harga bensin sempat melonjak hingga rata-rata US$4,04 per galon setelah perang memicu kenaikan harga minyak mentah global sekitar 15%.
Namun, ada perkembangan yang menurunkan ketegangan pasar: AS dan Iran mencapai kesepakatan perdamaian sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga harga minyak mentah global terkoreksi ke bawah US$82 per barel, level terendah sejak awal Maret 2026.
Latar Belakang SPR
Strategic Petroleum Reserve adalah fasilitas penyimpanan bawah tanah yang dikelola Departemen Energi AS sebagai bentuk pertahanan terhadap guncangan pasokan minyak global. Masalah cadangan ini sudah lama menjadi isu politik di Washington.
Sebelum masa jabatan Presiden Trump, cadangan juga menipis akibat pelepasan sekitar 290 juta barel selama era pemerintahan Joe Biden, termasuk untuk merespons invasi Rusia ke Ukraina. Kini pemerintahan Trump mengambil langkah serupa untuk meredam dampak ekonomi dari konflik di Iran.
Ikuti Ihram.co.id
