Film “Sore: Istri dari Masa Depan” resmi menyapa penonton global melalui platform streaming Netflix mulai hari ini, Kamis (8/1/2026). Karya sutradara Yandy Laurens ini tidak hanya menyajikan drama romantis biasa, tetapi juga membawa narasi kompleks tentang perjalanan waktu dan pendewasaan diri yang menjadi sorotan setelah meraih sukses besar di bioskop pada pertengahan 2025.
Cerita berpusat pada kehidupan Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer Indonesia yang menetap di Zagreb, Kroasia.
Jonathan menjalani rutinitas yang monoton dan tidak sehat, mulai dari kebiasaan merokok berat, konsumsi alkohol, hingga pola tidur yang berantakan, sementara ia fokus mengejar karier fotografinya dengan impian mengadakan pameran bertema perubahan iklim.
Pertemuan Lintas Waktu dan Misi Penyelamatan
Kehidupan Jonathan yang dingin berubah total saat seorang perempuan bernama Sore (Sheila Dara Aisha) tiba-tiba muncul di tempat tinggalnya.
Sore mengaku sebagai istri Jonathan yang datang dari masa depan untuk memperbaiki kebiasaan buruk suaminya. Kehadiran Sore didasari oleh motif yang kuat: mencegah Jonathan meninggal dunia delapan tahun kemudian akibat serangan jantung.
Berbeda dengan versi web series tahun 2017 yang cenderung ringan, versi layar lebar ini mengeksplorasi elemen time loop atau perulangan waktu secara lebih mendalam.
Sore dikisahkan telah menempuh banyak iterasi atau pengulangan waktu demi menyelamatkan Jonathan, hingga ia fasih berbahasa lokal dan hafal setiap detail kejadian yang akan dialami Jonathan.
Salah satu momen emosional yang menjadi kunci dalam film ini tergambar melalui pernyataan Sore kepada Jonathan:
“Kalau aku harus ngulang seribu kali pun, kayaknya aku bakal tetap milih kamu, deh.”
Makna di Balik Perjalanan Sore dan Perubahan Jonathan
Alur cerita film ini tidak hanya berfungsi sebagai kampanye hidup sehat, tetapi juga sebagai medium untuk menghadapi duka dan trauma. Sore memahami betul apa yang dapat dan tidak dapat diubah dalam setiap perulangan waktu yang ia jalani.
Ia menggunakan fantasi untuk membungkus realitas, menjadikan “masa depan” sebagai cermin untuk memperbaiki “masa kini”.
Dari sisi Jonathan, kehadiran Sore memaksanya untuk menghadapi pilihan-pilihan realistis dalam hidup.
Untuk mencapai kebahagiaan di masa depan, Jonathan harus menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri yang dimulai dengan menyelesaikan trauma masa lalu secara sadar.
Film ini memberikan perspektif bahwa setiap keputusan kecil hari ini akan berdampak besar pada masa depan seseorang.
Pencapaian dan Pengakuan Internasional
Kesuksesan narasi “Sore: Istri dari Masa Depan” tidak hanya tercermin dari perolehan 3,1 juta penonton di bioskop, tetapi juga dari berbagai apresiasi kritikus.
Film ini berhasil memborong sejumlah penghargaan di ajang Festival Film Bandung dan Piala Citra, termasuk trofi Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Sheila Dara.
Berkat kedalaman cerita dan kualitas produksinya, film ini kini melangkah lebih jauh di kancah global. Berikut adalah beberapa fakta penting terkait distribusi dan pencapaian film tersebut:
- Tayang di Taiwan: Mulai 9 Januari 2026, didistribusikan oleh Creative Century Entertainment Co., Ltd di kota-kota besar seperti Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.
- Perwakilan Oscar: Terpilih secara resmi oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia untuk mewakili negara dalam kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-98.
- Latar Lokasi: Pengambilan gambar dilakukan di berbagai wilayah Eropa yang dekat dengan Arktik untuk memperkuat suasana magis dan melankolis dalam cerita.
Dengan durasi sekitar dua jam, Yandy Laurens menutup film ini dengan montase megah yang menggambarkan wujud kerinduan dan cinta lintas waktu. Penayangan di Netflix diharapkan dapat memperluas jangkauan audiens internasional sekaligus memperkuat posisi sinema Indonesia di mata dunia.


