Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersinergi dalam Festival Aman Digital 2026 untuk memperkuat literasi keamanan siber dan mengajak publik waspada terhadap penipuan digital.

Acara ini menempatkan pencegahan kejahatan siber sebagai fokus utama, dengan penekanan pada perlindungan konsumen dan upaya bersama antar-pemangku kepentingan.

Literasi Sebagai Pilar Keamanan

Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN Satryo Suryantoro menyatakan literasi keamanan siber bagian dari implementasi rencana aksi nasional keamanan siber.

“Keberhasilan literasi keamanan siber tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas,” kata Satryo dalam keterangan persnya, Kamis (25/6/2026).

Kelompok Rentan dan Modus Serangan

Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Sekretariat Satgas PASTI Daniel Apriandi menyoroti literasi masyarakat yang masih menjadi celah kejahatan siber.

Dia menyebut kelompok usia 25–49 tahun paling produktif dan paling banyak disasar penipu karena aktif bertransaksi secara digital. “Scam dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deepfake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna,” ujar Daniel.

Peran Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi mengapresiasi kolaborasi lintas stakeholder untuk meningkatkan budaya keamanan siber melalui program literasi dan kerja sama sektoral.

Marulina menekankan bahwa serangan siber kini menyasar aspek psikologis manusia, termasuk social engineering, kebocoran data pribadi, hingga disinformasi. “Forum ini menjadi bagian gerakan kita bisa mengantisipasi beragam ancaman siber,” tambahnya.

Dukungan Industri dan Kampanye Edukasi

Anggota Departemen Advokasi Strategis ABI sekaligus Public Policy & Government Relations Manager Pintu, Deny Giovanno, mengatakan ABI mendorong peningkatan literasi keamanan siber melalui program anggota dan inisiatif nasional.

“Salah satunya melalui Bulan Literasi Kripto yang diadakan sejak tahun 2023. BLK adalah kampanye edukasi tahunan berskala nasional di Indonesia yang diinisiasi OJK bersama ABI yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang aset kripto dan teknologi blockchain,” jelas Deny.

Deny menegaskan partisipasi ABI di Festival Aman Digital 2026 sebagai bentuk komitmen industri mendukung agenda nasional perlindungan konsumen dan literasi keamanan siber.

“Ke depan, kami akan memperkuat sinergi dengan regulator, instansi pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi blockchain dan aset kripto secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” tegas Deny.