Serangkaian insiden siber besar menegaskan bahwa antivirus tradisional tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman modern. Akibatnya, perusahaan di Indonesia bergerak menuju model pertahanan berlapis yang menggabungkan EDR, XDR, dan layanan MDR.
PT Sysware Indonesia menyatakan dukungannya terhadap penerapan solusi Bitdefender GravityZone, yang diuji menggunakan kerangka kerja MITRE ATT&CK sebagai tolok ukur independen untuk efektivitas deteksi dan respons serangan.
Serangkaian Insiden Memacu Perubahan
Beberapa insiden sepanjang 2024–2025 menunjukkan kerentanan infrastruktur publik dan data korporasi. Contohnya, serangan ransomware terhadap pusat data menimbulkan gangguan pada puluhan layanan publik, sementara kebocoran kredensial dan peretasan bursa kripto menyebabkan kerugian besar bagi pengguna dan institusi.
Data yang disorot juga menampilkan lemahnya praktik cadangan di sejumlah lembaga, mendorong permintaan solusi keamanan yang mampu mencegah, mendeteksi, dan merespons serangan tingkat lanjut.
Apa Itu MITRE ATT&CK
MITRE ATT&CK (Adversarial Tactics, Techniques, and Common Knowledge) merupakan basis pengetahuan taktik dan teknik peretas yang digunakan sebagai standar pengujian praktis. Evaluasi yang dilakukan menguji kemampuan vendor dalam menghadapi simulasi serangan nyata, termasuk skenario ransomware dan teknik serangan tanpa file.
Menurut Sysware, penggunaan MITRE ATT&CK memungkinkan verifikasi klaim produk secara objektif tanpa optimasi hasil oleh vendor.
Tiga Pilar Pertahanan Modern
EDR (Endpoint Detection and Response) fokus pada pemantauan perilaku endpoint untuk mendeteksi ancaman fileless dan teknik living-off-the-land yang sering lolos dari deteksi signature. Bitdefender GravityZone disebut mengkonsolidasikan insiden melalui fitur Incident Advisor untuk mempermudah tindak lanjut.
XDR (Extended Detection and Response) mengintegrasikan data dari endpoint, jaringan, cloud, email, dan identitas, sehingga mampu merekonstruksi rantai serangan ketika pergerakan lateral terjadi. Sementara MDR (Managed Detection and Response) menambahkan unsur tenaga ahli yang siaga 24/7 untuk investigasi dan respons aktif.
Dalam evaluasi MITRE ATT&CK 2024, Sysware menyebut skor Actionability MDR GravityZone berada di atas rata-rata peserta lain, sebuah capaian yang relevan di tengah kekurangan tenaga ahli keamanan siber di pasar lokal.
Nilai Bisnis dan Kalkulasi ROI
Salah satu hambatan adopsi EDR/XDR/MDR adalah pembenaran anggaran ke manajemen. Sysware menawarkan bantuan menyusun kalkulasi ROI yang disesuaikan dengan skala bisnis agar keputusan investasi dapat dipresentasikan secara kuantitatif kepada CFO atau direksi.
Model MDR yang disediakan disebut sebagai alternatif untuk mendapatkan operasi keamanan setara SOC enterprise tanpa harus membangun tim internal yang mahal.
Peran Sysware di Ekosistem Lokal
PT Sysware Indonesia mengklaim pengalaman lebih dari 17 tahun sebagai integrator solusi keamanan IT di Indonesia dan Timor Leste. Status sebagai country partner dan distributor resmi Bitdefender memberi perusahaan wewenang mendistribusikan seluruh portofolio GravityZone, termasuk lisensi EDR, XDR, dan MDR.
Dengan akses langsung ke dukungan teknis prinsipal, Sysware menawarkan layanan asesmen, demo produk, kalkulasi ROI, serta opsi lisensi tahunan atau langganan bulanan melalui model MSP bagi pelanggan di berbagai skala.
Penutup
Perkembangan ancaman siber mendorong pergeseran standar keamanan dari solusi berbasis signature ke pendekatan deteksi perilaku dan respons terkelola. Sysware menempatkan solusi Bitdefender yang diuji MITRE ATT&CK sebagai salah satu pilihan untuk organisasi yang ingin meningkatkan kapasitas deteksi dan respons mereka tanpa membangun SOC internal.
Untuk perusahaan yang ingin mengevaluasi kebutuhan keamanan, Sysware menawarkan konsultasi teknis dan demo platform sebagai langkah awal perencanaan implementasi.
Ikuti Ihram.co.id
