Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) justru mencatat kenaikan signifikan setelah keluar dari indeks MSCI Global Standard. Lonjakan itu didorong oleh prospek bisnis yang dinilai lebih menjanjikan, sehingga sejumlah broker mempertahankan pandangan positif terhadap saham konglomerasi Grup Sinar Mas tersebut.
Broker mencatat perubahan strategi korporasi DSSA yang memperluas fokus dari bisnis tambang ke sektor telekomunikasi, teknologi, dan energi terbarukan. Perubahan arah ini dinilai sebagai faktor penopang nilai pasar perseroan ke depan.
Diversifikasi Bisnis Jadi Fokus
Sucor Sekuritas menyebut DSSA sebagai konsolidator bisnis telekomunikasi dan teknologi dari Grup Sinar Mas. Perseroan disebut berupaya mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara milik PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
Langkah konkret yang disebut Sucor adalah rencana akuisisi 35% saham PT Ketrosdes Triasmitra Tbk (KETR) dengan harga Rp523 per saham. “Rencana perseroan mengambil 35% saham PT Ketrosdes Triasmitra Tbk (KETR) di harga Rp523 per saham menggambarkan arah kebijakan untuk masuk ke rantai nilai sektor infrastruktur telekomunikasi,” tulis Sucor.
Sucor juga menyebut DSSA telah membentuk perusahaan patungan dengan First Gen untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik geotermal berkapasitas 460 megawatt (MW) dengan target operasi komersial pada 2020. Net present value proyek ini diperkirakan US$895 juta dengan internal rate of return (IRR) 11%.
Menurut Sucor, ekspansi ke bisnis telekomunikasi, teknologi, dan geotermal akan meningkatkan nilai pasar yang dapat digarap DSSA dari US$33 miliar menjadi US$76 miliar.
Laba Diproyeksi Naik, Rekomendasi Buy Dipertahankan
Sucor memproyeksikan pertumbuhan pendapatan gabungan (CAGR) DSSA sebesar 11% pada periode 2025–2030 menjadi US$4,7 miliar. Laba bersih diperkirakan tumbuh 27% menjadi US$749 juta atau sekitar Rp13,3 triliun.
Proyeksi laba tersebut, menurut Sucor, didukung oleh pembalikan kinerja PT XL Smart Telecom Tbk (EXCL) dari rugi menjadi laba serta akselerasi pendapatan dari Ekamas Mora Republik.
Oleh sebab itu, Sucor mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DSSA dengan target harga Rp990 per saham. Secara pergerakan pasar, saham ini tercatat naik hampir 100% dari level terendah akhir Mei sebesar Rp432 ke harga terakhir Rp850.
Ikuti Ihram.co.id
