Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada sesi pertama perdagangan Selasa (23/6/2026). IHSG tercatat turun 79 poin atau 1,29% ke level 6.037 setelah investor memilih mengurangi risiko.
Penurunan dipicu kombinasi sentimen negatif dari luar dan dalam negeri yang menekan pasar saham domestik.
Sentimen Eksternal
Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat mayoritas bursa Asia bergerak melemah setelah perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Washington memberikan izin 60 hari kepada Teheran untuk menjual minyak di pasar internasional.
“Hal itu memicu ekspektasi pasokan minyak global akan kembali meningkat,” tulis Pilarmas dalam risetnya.
Namun Pilarmas mengingatkan pelaku pasar masih mencermati hasil akhir perundingan tersebut karena ketidakpastian geopolitik dinilai masih berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global dalam jangka pendek.
Perusahaan sekuritas itu juga menyebut kekhawatiran terkait kemungkinan Iran memanfaatkan pendapatan ekspor minyak untuk memperkuat militernya, sementara Presiden AS Donald Trump belum memberi kepastian bahwa dana hasil penjualan minyak tidak akan digunakan untuk tujuan tersebut.
Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati menegaskan negaranya tidak memiliki kewajiban membeli produk pertanian AS sebagaimana harapan Washington.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, Pilarmas menyebut pasar masih menunggu keputusan final MSCI terkait status klasifikasi pasar modal Indonesia. “Keputusan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arus dana investor global ke pasar saham domestik,” ujar Pilarmas.
Pilarmas menambahkan kekhawatiran terhadap daya saing industri nasional turut membayangi perdagangan. Laporan yang menyebut beberapa produsen komponen otomotif Jepang di Jawa Timur mempertimbangkan relokasi produksi ke Vietnam mendapat perhatian pelaku pasar.
“Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta berkurangnya investasi manufaktur di Indonesia,” kata Pilarmas.
Pergerakan Saham Dan Rekomendasi
Pada sesi pertama, saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain PTPW, LEAD, JAWA, KOCI, dan LAJU. Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam adalah ZONE, CEKA, KIOS, TIRA, dan BYAN.
Pilarmas merekomendasikan saham BUVA dengan rating buy. Perusahaan sekuritas memperkirakan saham tersebut bergerak pada area support 800 dan resistance 945.
Ikuti Ihram.co.id
