Pemerintah meluncurkan program pendidikan gratis berasrama bernama Sekolah Rakyat sebagai solusi strategis untuk menekan angka anak putus sekolah (ATS) yang mayoritas disebabkan oleh kendala ekonomi. Program ini juga bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, menjelaskan bahwa gagasan Sekolah Rakyat muncul dari pengamatan mendalam terhadap lambatnya penurunan angka kemiskinan dan tingginya jumlah ATS di lapangan. “Sebagian besar putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjawab persoalan tersebut melalui pendidikan gratis berasrama yang komprehensif,” ujar Robben Rico dalam keterangan tertulis, Senin (8/12/2025).
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi sejak tahun ajaran 2025/2026 dengan memanfaatkan fasilitas negara yang direnovasi. Pemerintah menargetkan pembangunan gedung khusus dimulai pada tahun 2026 dan perluasan jangkauan program hingga 2029. Saat ini, tercatat 165 sekolah rintisan yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.
Mengacu pada Asta Cita ke-4 yang menekankan pentingnya kemajuan SDM, Sekolah Rakyat hadir sebagai gerakan edukasi masif untuk menyadarkan masyarakat akan urgensi pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Program kolaboratif yang diinisiasi Pemerintah RI ini juga menuntut peran aktif dari berbagai kementerian dan instansi terkait guna memastikan pengentasan kemiskinan dan kebodohan berjalan secara optimal.
Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan gratis berasrama yang secara khusus menyasar anak dari keluarga miskin atau yang berisiko putus sekolah. Program ini dirancang sebagai sistem pendukung bagi berbagai program utama Presiden dalam mencapai Asta Cita, mencakup Penguatan Data DTSEN, pengentasan kemiskinan, layanan cek kesehatan gratis, MBG, JKN, Program Atensi, PKH, Kopdes Merah Putih, Program 3 Juta Rumah, hingga PPSE.
Peluncuran nasional Sekolah Rakyat dijadwalkan pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Acara ini akan mengusung tagline Cerdas Bersama, Tumbuh Setara dan tema khusus “Obor Masa Depan Menantang Dunia”. Sejumlah pakar pendidikan ternama dijadwalkan hadir untuk membahas arah dan urgensi program ini, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 Prof DR IR Muhammad Nuh, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Tantan Hermansah S.Ag., M.Si., serta Pakar Pendidikan Darmaningtyas.
Seluruh informasi terkait Sekolah Rakyat dapat diakses melalui detikcom, termasuk melalui tagsite khusus yang berfungsi sebagai sumber referensi resmi. Rangkaian acara peluncuran program ini juga dapat diikuti secara langsung melalui kanal detikcom.






