Berita

Sopir JakLingko Dipecat TransJakarta Usai Viral Hina Penumpang dengan Sebutan Hewan

Advertisement

Sebuah insiden tidak menyenangkan terjadi pada layanan transportasi publik JakLingko di Jakarta, di mana seorang oknum sopir kedapatan menghina seorang penumpang. Perilaku tidak pantas ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, berujung pada sanksi tegas dari PT TransJakarta.

Oknum Sopir Lontarkan Kata Kasar

Dalam video yang beredar, terlihat oknum sopir JakLingko tersebut berdiri di hadapan perekam video dan melontarkan sebutan hewan kepada penumpang yang merekamnya. “Nih ya guys orangnya, ini orangnya bapak ini,” ucap wanita perekam video, diikuti ucapan, “Ini nih, ngata-ngatain saya nih.” Setelah adu mulut singkat dan melontarkan kata-kata tidak sopan, oknum sopir tersebut kembali ke kendaraannya dan meninggalkan penumpang tersebut.

Tindakan Tegas TransJakarta

Menanggapi viralnya video tersebut, PT TransJakarta menyatakan telah mengambil tindakan tegas. Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa sopir yang bersangkutan telah dipecat. “Kemarin sudah dilakukan penindakan tegas, berupa pemecatan,” ujar Ayu saat dikonfirmasi pada Kamis (1/1/2026).

Ayu juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh oknum sopir tersebut. Ia memastikan bahwa TransJakarta akan menindaklanjuti secara serius setiap bentuk tindakan yang merugikan penumpang. “Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, Transjakarta merespon serius kejadian ini,” imbuhnya.

Ultimatum Pramono Anung untuk Pelatihan Sopir

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pramono Anung pernah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memberikan pelatihan intensif kepada seluruh sopir JakLingko. Tujuannya adalah untuk mencegah perilaku ugal-ugalan di jalan. Pramono menegaskan bahwa sopir yang tetap membandel akan langsung diganti. “Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan. Kalau mereka tetap melakukan hal yang sama, sudah… diganti aja. Yang cari kerja di Jakarta juga banyak,” ujar Pramono di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jumat (14/11/2025).

Advertisement

Pramono menekankan bahwa layanan JakLingko yang digratiskan oleh pemerintah tidak boleh dianggap sebagai milik pribadi oleh para pengemudi. Ia mengingatkan bahwa transportasi publik menyangkut keselamatan warga dan harus dioperasikan secara profesional. “Jangan sampai JakLingko yang kemudian tarifnya gratis ini seakan-akan menjadi milik pribadi, kerja suka-suka, asal-asalan,” tegasnya. Ia juga menyoroti laporan mengenai sopir yang mengangkut keluarganya saat bertugas, yang menurutnya perlu ditertibkan.

Program Pelatihan Ulang Sopir JakLingko

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui TransJakarta berencana melatih ulang seluruh sopir Mikrotrans atau JakLingko. Program ini dilaksanakan melalui TransJakarta Academy, pusat pelatihan dan sertifikasi sopir yang resmi beroperasi sejak 1 November 2024. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyatakan bahwa program ini merupakan investasi sumber daya manusia, bukan hukuman. “Program ini adalah investasi SDM, bukan hukuman. Kami dengar keluhan masyarakat, tapi juga jaga kesejahteraan sopir,” ujar Chico pada Kamis (13/11).

TransJakarta juga menargetkan perekrutan dan pelatihan 1.000 pramudi baru tanpa menggantikan sopir lama. Sementara itu, pengemudi lama diwajibkan mengikuti pelatihan ulang untuk memperpanjang sertifikat yang berlaku selama tiga tahun. Kurikulum pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari defensive driving, service excellence, safety & emergency, digital ticketing, hingga etika profesi. Sertifikasi akan diterbitkan oleh LSP Transjakarta yang telah berlisensi resmi BNSP.

Data Keluhan Penumpang

Berdasarkan data TransJakarta per 12 November 2025, dari total 3.842 sopir mikrotrans yang aktif, terdapat 1.127 laporan keluhan masyarakat yang diterima sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Keluhan terbanyak didominasi oleh perilaku sopir yang ugal-ugalan (68%), bersikap judes (22%), dan membawa keluarga saat bekerja (10%).

Advertisement