Sepakbola

Al Hilal Guncang Bursa Transfer 2026, Siapkan Rp1,85 Triliun demi Boyong Raphinha

Advertisement

Bursa transfer musim dingin tahun 2026 dikejutkan dengan manuver agresif klub raksasa Liga Arab Saudi, Al Hilal. Bukan sekadar rumor biasa, klub yang berbasis di Riyadh tersebut dilaporkan siap menggelontorkan dana fantastis demi memboyong bintang Barcelona, Raphinha, ke Timur Tengah.

Namun, di balik angka-angka nol yang berderet, pemain asal Brasil tersebut kini tengah menghadapi dilema besar: mengamankan masa depan finansial atau menjaga asanya berseragam tim nasional Brasil pada Piala Dunia 2026 mendatang.

Keputusan ini akan menentukan apakah ia memilih mengikuti jejak para bintang yang meredup di liga yang kurang kompetitif atau tetap bertarung di level tertinggi Eropa demi mimpi negaranya.

Godaan “Koper” Rp 1,85 Triliun di Tengah Krisis Barcelona

Ketertarikan Al Hilal terhadap Raphinha mencuat secara mengejutkan di tengah proses negosiasi peminjaman Joao Cancelo.

Al Hilal memproyeksikan Raphinha sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Neymar Jr yang kerap dibekap cedera panjang. Langkah ini bahkan disebut telah mendapatkan restu dari pelatih Simone Inzaghi yang menginginkan tambahan amunisi di lini serang.

Tidak tanggung-tanggung, tawaran senilai 100 juta euro atau setara dengan Rp1,85 triliun hingga Rp1,9 triliun kini sudah berada di meja manajemen Barcelona. Skema penawaran yang disodorkan terdiri atas:

  • 80 juta euro dalam bentuk biaya transfer tetap.
  • 20 juta euro sebagai bonus tambahan berdasarkan performa pemain.

Bagi Barcelona, tawaran ini bagaikan “durian runtuh” di tengah kondisi finansial yang masih “sakit” akibat jeratan aturan Financial Fair Play La Liga. Dana tersebut bisa menjadi kunci bagi klub asal Catalan ini untuk kembali bernapas lega dan mendaftarkan pemain baru di bursa transfer mendatang.

Dilema Taktis Hansi Flick

Meski secara ekonomi sangat menguntungkan, melepas Raphinha adalah mimpi buruk bagi pelatih Hansi Flick. Pemain sayap asal Brasil ini telah menjelma menjadi motor serangan paling berpengaruh di bawah arahannya.

Sejak pulih dari cedera, kehadiran Raphinha terbukti langsung mengangkat intensitas permainan Blaugrana melalui aspek pressing dan transisi cepat.

Advertisement

Data menunjukkan betapa vitalnya peran Raphinha di lapangan:

StatistikPencapaian
Rekor Pertandingan8 kemenangan dari 9 laga terakhir
Kontribusi Gol4 gol
Assist1 assist

Kehilangan Raphinha saat ia berada di puncak performa dianggap sebagai tindakan “bunuh diri” taktis bagi Barcelona yang tengah berjuang merebut trofi musim ini.

Piala Dunia 2026: Antara Gengsi dan Realitas

Faktor paling krusial yang membuat Raphinha ragu adalah ambisinya membela Timnas Brasil. Bermain di Liga Arab Saudi sering kali dipandang sebagai langkah mundur bagi pemain yang ingin menjaga tempat utama di Selecao.

Ia menyadari bahwa intensitas kompetisi di Eropa jauh lebih menunjang performanya menjelang Piala Dunia 2026.

Meski demikian, terdapat celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh Al Hilal. Raphinha dikabarkan memiliki perjanjian lisan atau gentleman’s agreement dengan Direktur Olahraga Barcelona, Deco. Kesepakatan informal tersebut memungkinkan sang pemain untuk hengkang apabila datang tawaran yang dianggap sulit ditolak oleh kedua belah pihak.

Proyek Besar Al Hilal

Manajemen Al Hilal dikabarkan telah menyiapkan kontrak bernilai tinggi yang berpotensi melampaui standar gaji pemain top Eropa. Proyek besar ini dirancang untuk memastikan klub tetap mendominasi kompetisi domestik maupun Asia, menjadikan Raphinha sebagai ikon baru menggantikan peran Neymar.

Kini, keputusan akhir ada di tangan Raphinha. Apakah ia akan memprioritaskan “koper” uang dari Timur Tengah untuk mengamankan masa depan finansialnya, atau tetap bertahan di Camp Nou demi memastikan satu tempat di pesawat menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas 2026 nanti?

Advertisement