PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), perusahaan menara telekomunikasi milik Grup Djarum, mencatat kinerja kuartal I-2026 yang kuat sekaligus dinilai memiliki valuasi murah oleh analis. Perusahaan membukukan pendapatan Rp3,6 triliun dan laba bersih Rp941 miliar, masing-masing naik 10,8% dan 17,2% secara tahunan.
Selain stabilitas bisnis menara, kinerja itu didukung lonjakan di segmen konektivitas dan efisiensi operasional yang membuat margin laba bersih naik menjadi 26,5%.
Pertumbuhan Jaringan dan Pelanggan
Hingga akhir kuartal I-2026, panjang jaringan serat optik TOWR tercatat 237,8 ribu kilometer, meningkat 8,7% year on year (yoy). Sambungan fiber to the home (FTTH) naik 58,5% yoy menjadi 289,8 ribu koneksi.
Aktivitas bisnis konektivitas juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 26,7 ribu koneksi atau naik 51,5% yoy.
Kontribusi Pelanggan dan Dampak Konsolidasi
Dari sisi pelanggan, kontribusi pendapatan datang dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) masing-masing sekitar 11%, 32%, dan 35% terhadap total pendapatan TOWR.
Analisis menyebut konsolidasi di industri operator telekomunikasi mendorong praktik infrastructure sharing dan meningkatkan permintaan co-location, yang berpotensi menaikkan tenancy ratio atau rasio penyewa per menara serta pemanfaatan aset perusahaan.
“Manajemen TOWR menargetkan pertumbuhan bisnis menara yang tetap stabil ke depan. Namun, segmen fiber dan konektivitas diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan utama perseroan dalam beberapa tahun mendatang,”
kata Christian Sitorus, analis MNC Sekuritas, dalam riset yang dirilis pada Kamis (25/6/2026).
Rekomendasi dan Valuasi
MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TOWR dengan target harga Rp660 per saham, yang mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 69% dari level saat riset. Target tersebut merefleksikan estimasi valuasi EV/EBITDA 2026 sebesar 5,8 kali.
“Kami tetap memiliki pandangan positif terhadap TOWR karena didukung oleh profil pendapatan berulang yang defensif, potensi monetisasi jaringan serat optik yang kuat, serta meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital,”
tulis Christian.
Analis juga mencatat potensi kenaikan tenancy ratio dan peningkatan kontribusi pendapatan dari bisnis non-menara sebagai sumber pertumbuhan baru bagi TOWR.
TOWR disebut termasuk saham berkapitalisasi pasar menengah (mid cap) dengan valuasi relatif murah. Berdasarkan data yang dikutip pada Kamis (25/6/2026), rasio harga terhadap laba (PE TTM) TOWR berada pada level sekitar 6 kali.
Ikuti Ihram.co.id
