Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak sideways pada pembukaan pekan depan, Senin (22/6/2026). Pada penutupan Jumat (19/6/2026), IHSG menguat tipis ke level 6.177,1 atau naik 0,08%.

Pergerakan pasar dianggap konsolidatif sejalan respons investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dinilai cukup positif karena menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market.

Temuan MSCI dan Implikasi

MSCI dalam laporannya mencatat beberapa kelemahan yang masih tercatat di pasar modal Indonesia, antara lain isu transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai mengganggu pembentukan harga wajar. Laporan itu juga menyebutkan kurangnya informasi berbahasa Inggris bagi investor asing.

MSCI dijadwalkan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Kurs Rupiah dan Sentimen Eksternal

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan 0,06% menjadi Rp17.804 per dolar AS. Pelemahan ini mengikuti tren mayoritas mata uang Asia yang melemah seiring penguatan dolar AS terkait indikasi kenaikan suku bunga oleh the Fed.

Analisis Teknikal dan Rekomendasi

Secara teknikal, IHSG “diperkirakan berpotensi masih bergerak sideways pada kisaran 6.100-6.250,” demikian ulasan dari Phintraco Sekuritas pada Jumat (19/6/2026).

Untuk aktivitas trading pada Senin (22/6/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham dengan kode berikut: KAQI, MBMA, HMSP, MPIX, dan ARKO.