Harga emas batangan PT Antam Tbk diperkirakan memasuki fase pergerakan terbatas dalam sepekan mendatang, dengan rentang yang diproyeksikan antara Rp 2.640.000 hingga Rp 2.750.000 per gram. Proyeksi itu disampaikan oleh pakar pasar yang mengikuti perkembangan logam mulia.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan level-level kunci yang bisa menjadi acuan investor jika terjadi koreksi atau penguatan harga. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangannya pada Minggu (28/6/2026).
Menurut Ibrahim, jika harga mengalami koreksi, support pertama berada di Rp 2.640.000 per gram. “Apabila kembali melemah, maka level support kedua di Rp 2.530.000 per gram,” ujarnya.
Di sisi lain, bila harga kembali menguat, Ibrahim memproyeksikan resistance pertama pada Rp 2.680.000 per gram. “Kalau seandainya logam mulia kembali menguat, resistance kedua di Rp 2.750.000 per gram,” tambahnya.
Data laman Logam Mulia mencatat pergerakan harga emas Antam dalam sepekan terakhir menunjukkan penyusutan sebesar Rp 8.000, menuju level Rp 2.660.000 per gram untuk periode 22–27 Juni 2026.
Pola harian menunjukkan fluktuasi: pada Senin (22/6) harga stabil di Rp 2.668.000 per gram, naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.673.000 pada Selasa (23/6), kemudian anjlok Rp 18.000 ke Rp 2.655.000 pada Rabu (24/6). Harga bertahan di Rp 2.655.000 pada Kamis (25/6) dan Jumat (26/6), lalu menguat kembali Rp 5.000 menjadi Rp 2.660.000 pada Sabtu (27/6).
Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam pada Sabtu (27/6) tercatat meningkat sebesar Rp 38.000 menjadi Rp 2.378.000 per gram.
Transaksi penjualan emas Antam dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 34/PMK.10/2017. Selain itu, penjualan kembali emas batangan dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai buyback.
Ikuti Ihram.co.id
