Co-founder platform perdagangan kripto Arthur Hayes memperkirakan harga Bitcoin (BTC) akan mencapai titik terendah sekitar US$40.000 dalam enam bulan ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kondisi pasar yang relatif tenang: harga Bitcoin sempat diperdagangkan di sekitar US$62.278, turun sekitar 3% dalam 24 jam terakhir dan bergerak dalam kisaran yang sama selama beberapa minggu.
Jika prediksi Hayes terpenuhi, penurunan ke level US$40.000 berarti koreksi sekitar 35% dari harga saat ini. Target tersebut merupakan salah satu dari beberapa proyeksi yang disampaikan Hayes, termasuk outlook lebih bullish untuk akhir tahun.
Meski menaruh pandangan ambivalen terhadap pergerakan jangka menengah, Hayes menyatakan tetap mempertahankan posisi long dan menutup peluang kesalahan pada prediksinya.
Ihram.co.id — “Kalau saya salah, tidak masalah. Saya tetap pada posisi long, saya tetap senang bagaimanapun juga,” kata Hayes.
Tekanan Kebijakan The Fed
Kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu pendorong utama volatilitas pasar kripto. Pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75% dan menghapus bias pelonggaran, dengan proyeksi suku bunga median 2026 naik ke 3,8% dari 3,4% pada Maret.
Perubahan ini menggeser ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Menurut data yang dikutip oleh pihak pasar, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diproyeksikan mendekati 37%, naik dari sekitar 24% sebulan sebelumnya.
Kebijakan hawkish yang dikaitkan dengan Ketua The Fed, Kevin Warsh, disebut semakin menegaskan tekad komite dalam menahan laju inflasi.
Faktor Pasar Lainnya
Selain kebijakan moneter, sejumlah peristiwa pasar turut menekan pergerakan Bitcoin. Gagalnya kesepakatan AS-Iran dan likuidasi posisi long sekitar US$600 juta pada akhir pekan lalu disebut-sebut memberi tekanan ke bawah pada harga aset kripto tersebut.
Para pelaku pasar kini menunggu rilis laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan pada Kamis, di mana konsensus memperkirakan inflasi inti akan naik antara 0,3% hingga 0,4%.
Pergerakan data inflasi tersebut dipantau ketat karena berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan sentimen pasar terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Ikuti Ihram.co.id
