Beberapa rumah riset dan bank investasi menurunkan proyeksi harga emas menjelang penutupan 2026. Revisi terjadi seiring reaksi pasar terhadap ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve dan data ekonomi AS yang relatif kuat.
Perubahan pandangan ini tercermin pada penyesuaian target dari beberapa institusi keuangan besar, yang merevisi estimasi harga emas untuk kuartal ketiga dan keempat 2026.
Revisi Target Dari Bank Dan Analis
ING merevisi turun proyeksi harga emasnya. Bank tersebut kini memperkirakan rata-rata harga emas mencapai US$4.300 per troy ounce pada kuartal ketiga 2026 dan US$4.600 per troy ounce pada kuartal keempat. Angka itu lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran US$4.850 hingga US$5.000.
Goldman Sachs juga menurunkan targetnya, yakni menjadi US$4.900 per troy ounce untuk akhir 2026, dari perkiraan sebelumnya sebesar US$5.400 per troy ounce. Penurunan ini mencerminkan sikap yang lebih hati-hati terhadap prospek jangka pendek logam mulia.
Deutsche Bank: Inflasi The Fed Dan Data Makro Pengaruhi Harga
Deutsche Bank turut memangkas proyeksinya untuk semester kedua 2026. Dalam catatan risetnya, Michael Hsueh—analis riset Deutsche Bank—menyatakan bahwa penetapan ulang inflasi The Fed beserta data makro AS yang tangguh memainkan peran utama mendorong penurunan harga emas.
Bank asal Jerman itu memproyeksikan rata-rata harga emas sekitar US$4.300 per troy ounce pada kuartal ketiga 2026, revisi turun lebih dari 22% dari perkiraan sebelumnya. Namun Deutsche Bank memperkirakan adanya rebound menuju level sekitar US$4.800 per troy ounce pada kuartal keempat.
Revisi dari beberapa lembaga ini menunjukkan adanya penyesuaian ekspektasi pasar terhadap prospek kebijakan moneter dan kondisi makroekonomi, yang berdampak pada permintaan dan harga logam mulia.
Ikuti Ihram.co.id
