Analis Barclays memproyeksikan harga emas dunia akan kembali melambung ke kisaran di atas US$4.800 per troy ounce pada 2026 dan mencapai sekitar US$4.900 per troy ounce pada 2027.

Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi tekanan inflasi AS yang tetap tinggi, ketidakpastian kebijakan moneter, serta permintaan kuat dari bank-bank sentral global.

Faktor-Faktor Penekan dan Pemicu Kenaikan

Para analis Barclays—dipimpin oleh Lefteris Farmakis dan Themistoklis Fiotakis—mengamati bahwa penurunan harga emas dalam tiga bulan terakhir disebabkan oleh penguatan dolar AS, reli pasar ekuitas, dan realisasi posisi di pasar emas.

Bank tersebut menghitung bahwa kenaikan indeks dolar AS dan reli S&P 500 sebesar 10% menjelaskan sekitar 10% dari penurunan harga emas, sementara sisanya dijelaskan oleh pelepasan posisi di pasar logam.

Perhitungan Dampak Inflasi

Barclays memperkirakan setiap kenaikan satu poin persentase dalam inflasi AS akan menambah sekitar 5% pada harga emas. Bank menilai guncangan pasokan energi dari Iran berpotensi mendorong dorongan inflasi tersebut.

Saat ini Barclays menilai harga wajar emas berada pada sekitar US$4.150 per troy ounce.

Proyeksi Harga dan Peringatan

Berdasarkan analisisnya, Barclays memproyeksikan harga emas akan berada pada US$4.791 per troy ounce pada 2026 dan naik ke US$4.900 per troy ounce pada 2027.

Meski demikian, bank tersebut memperingatkan kemungkinan terjadinya penurunan pasar jangka pendek meskipun dorongan struktural yang mendukung emas tetap ada.