Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami pergeseran signifikan pada pekan 15–19 Juni 2026 setelah mencatat net buy investor asing sebesar Rp 844,22 miliar.
Perubahan aliran dana asing itu menandai akhir dari rentetan net sell yang terjadi sejak pekan pertama Februari 2026 dan berkontribusi pada kenaikan harga saham sebesar 6,31% pada pekan ketiga Juni.
Perdagangan dan Pergerakan Harga
Pada penutupan Jumat (19/6/2026), saham BBCA ditutup pada level Rp 6.300. Volume perdagangan mencapai 366,6 juta saham dengan frekuensi 38.237 kali dan nilai transaksi Rp 2,29 triliun.
Analisis Analis
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat BBCA berhasil menembus downtrend line sekaligus mengalami breakout dari area resistance 6.100–6.430 yang sebelumnya dianggap zona supply.
Ihram.co.id — “Pergerakan ini menunjukkan adanya perubahan struktur harga dari fase downtrend menuju fase recovery, didukung oleh rebound kuat dari area low 4.850,”
BRIDS juga menilai indikator teknikal mendukung momentum kenaikan. Mereka menyebutkan MACD mengalami bullish crossover dengan histogram yang meningkat signifikan, serta volume transaksi yang naik selama fase rebound sebagai konfirmasi akumulasi pada area bawah.
“Breakout trendline yang telah berlangsung membuka peluang kelanjutan penguatan selama harga mampu bertahan di atas area breakout,”
Level Support dan Resistance
BRIDS memetakan level support BBCA saat ini di rentang 6.100–6.430, dengan support kuat pada 5.820.
Sementara itu, analis tersebut melihat potensi kenaikan menuju resistance pertama di 6.601 dan resistance kedua di 7.072 jika tren penguatan berlanjut.
Ikuti Ihram.co.id
