Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penguatan signifikan pada sesi I perdagangan Rabu (17/6/2026), bertepatan dengan ex date dividen interim di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Pada sekitar pukul 09.30 WIB, harga saham BBCA naik 2,79% ke level Rp 6.450. Volume perdagangan mencapai 151,03 juta saham dengan frekuensi 22.958 kali dan nilai transaksi Rp 978,5 miliar. Sejak 9 Juni 2026, saham ini konsisten berada di zona hijau.

Analisis Teknis dan Sinyal Pasar

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat saham BBCA berhasil menembus downtrend line sekaligus melakukan breakout dari area resistance 6.100–6.430 yang sebelumnya berperan sebagai zona supply.

— “Pergerakan ini menunjukkan adanya perubahan struktur harga dari fase downtrend menuju fase recovery, didukung oleh rebound kuat dari area low 4.850,”

BRIDS juga mengamati indikator teknikal lain. Menurut lembaga itu, MACD mengalami bullish crossover dengan histogram yang meningkat signifikan, yang menyertai kenaikan volume selama fase rebound—mengonfirmasi adanya akumulasi pada area bawah.

“Breakout trendline yang telah berlangsung membuka peluang kelanjutan penguatan selama harga mampu bertahan di atas area breakout,”

Level Kunci dan Prospek Harga

BRIDS memetakan level support untuk BBCA pada rentang 6.100–6.430, dengan support kuat di 5.820. Untuk sisi atas, analis menetapkan resistance pertama di 6.601 dan resistance kedua di 7.072 sebagai target potensi kenaikan.

Dividen Interim

Perseroan menetapkan dividen interim sebesar Rp 2,45 triliun atau Rp 20 per saham bagi pemegang saham yang berhak. Ex date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada Rabu (17/6/2026).

Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim tercatat pada 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Juni.