Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menutup perdagangan Senin (22/6/2026) dengan pelemahan 1,19% ke level Rp6.225.

Pergerakan ini diikuti oleh aktivitas jual dari investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp60,76 miliar.

Volume perdagangan mencapai 193,4 juta saham dengan frekuensi 36.099 kali dan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun.

Sebelumnya pada Jumat (19/6/2026), saham BBCA sempat melesat 3,70% disertai net buy asing sebesar Rp317,19 miliar.

Respons MNC Sekuritas

MNC Sekuritas menyoroti pergerakan BBCA pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Menurut broker tersebut, BBCA terkoreksi 1,19% ke Rp6.225 dan disertai munculnya tekanan jual, sehingga pergerakan harga berada di bawah MA60.

— “BBCA terkoreksi 1,19% ke 6.225 kemarin dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun berada di bawah MA60.”

MNC Sekuritas memperkirakan saham ini masih berpotensi turun ke kisaran Rp5.475–Rp6.150, sehingga mereka merekomendasikan strategi buy on weakness di area tersebut.

“Target harga pertama 6.850 dan target harga kedua 7.150. Stoploss di bawah 5.350,” pungkas MNC Sekuritas.