Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penghentian sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Keputusan diambil untuk memberi ruang pelaksanaan audit menyeluruh terhadap dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk SPPG tidak lagi disamaratakan. Skema insentif tersebut sedang dalam proses penataan ulang agar lebih tepat sasaran.

Penutupan sementara penyaluran MBG bertujuan menilai mekanisme operasional dan tata kelola dapur SPPG sebelum layanan kembali berjalan normal setelah masa libur berakhir.

Usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI yang membahas efisiensi anggaran, Kepala BGN memilih menghindari konfirmasi pers. Rapat itu salah satunya membahas efisiensi anggaran yang disebut mencapai Rp270 triliun.

Audit Dapur SPPG

Audit yang dilakukan BGN diarahkan pada seluruh dapur SPPG untuk memastikan pelaksanaan penyediaan makanan bergizi sesuai standar. Penataan ulang insentif diharapkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki efektivitas program.

Keputusan dan Langkah Selanjutnya

BGN belum mengumumkan jadwal lengkap hasil audit atau detail mekanisme insentif baru. Instansi mengatakan penyesuaian insentif dilakukan untuk mencapai penyaluran yang lebih akurat tanpa menyebutkan besaran atau kriteria penerima yang baru.