Bank Indonesia (BI) menyatakan kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir mulai menunjukkan dampak nyata. Perbaikan kepercayaan investor tercermin dari masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI).

Langkah kenaikan suku bunga dimulai pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pada RDG mingguan 9 Juni 2026, BI-Rate naik 25 basis poin menjadi 5,5%, lalu naik lagi 25 basis poin pada RDG Bulan Juni 2026 menjadi 5,75%.

“Hingga 26 Juni 2026, inflow yang masuk di portofolio SBN dan SRBI sudah mencapai sekitar US$9 miliar. Confidence dari offshore yang tentu juga akan tercermin dari confidence dari masyarakat kita di Indonesia,” ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam konferensi pers di Gedung DPR pada Senin (29/6/2026).

Selain pengetatan moneter, BI juga mengoptimalkan instrumen untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Bank sentral membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan.

BI juga melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar dengan mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan bank ke sektor prioritas.

— “Untuk likuiditas di operasi moneter kalau kita lihat di bulan di akhir bulan Mei ekspansi yang kami lakukan sekitar Rp 600 triliun, maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga Rp 1.000 triliun. Khusus untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan pasar valas (valuta asing) kita,”

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan pemerintah aktif berkomunikasi dengan investor untuk membangun ekspektasi positif terhadap perekonomian.

“Kita kan berusaha terus supaya perekonomian kita itu bisa dikenali, fundamental-fundamental ekonominya oleh pasar. Jadi, kita terus berkomunikasi dengan pasar supaya bisa terkomunikasikan program-program yang ada di APBN,”