Pergerakan harga Bitcoin (BTC) masih tertahan di kisaran US$64.000 pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Kondisi ini memperpanjang fase konsolidasi yang mendominasi pasar kripto sepanjang Juni 2026.

Data pasar mencatat Bitcoin sempat diperdagangkan di level US$63.396 pada hari yang sama. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar itu terpantau turun sekitar 1,23%.

Ethereum (ETH) bergerak selaras dengan pelemahan, turun 1,50% ke posisi US$1.711. Mayoritas altcoin utama seperti BNB, XRP, Solana, Hyperliquid, Dogecoin, dan Cardano mencatat koreksi hingga 4%, sementara Tron mencatat penguatan 1,18%.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global menyusut 0,64% menjadi sekitar US$2,18 triliun.

Tekanan Makro Dan Level Kunci

Vikram Subburaj, CEO Giottus, menilai Bitcoin masih berada di bawah tekanan dari kondisi makroekonomi global yang penuh ketidakpastian. Meski demikian, menurutnya para pembeli masih aktif menjaga level dukungan krusial, sehingga mencegah koreksi yang lebih dalam.

— “Investor perlu memantau ketat level support di US$63.200 serta zona batas atas (resistance) di kisaran US$65.500 hingga US$66.000. Penembusan yang konsisten di salah satu dari kedua target tersebut akan menentukan arah pergerakan besar pasar kripto selanjutnya,” ujar Vikram Subburaj.

Fenomena arus keluar dana (outflow) dari ETF Bitcoin spot disebut masih membebani sentimen pasar, sementara sejumlah indikator on-chain menunjukkan sinyal yang lebih positif.

Akshat Siddhant, Analis Kuantitatif Senior di Mudrex, menyampaikan adanya sentimen yang kontradiktif: sisi ETF menimbulkan tekanan jual psikologis, tapi aktivitas jaringan dan penurunan saldo Bitcoin di bursa mencapai level terendah sejak 2019.

Volatilitas Mingguan dan Pergerakan Altcoin

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin dan Ethereum masing-masing melemah 3,98% dan 2,86%. Sebagian besar altcoin utama turun hingga 11%, kecuali Tron yang mencatat reli positif sebesar 4,35%.

Avinash Shekhar, Co-Founder sekaligus CEO Pi42, mencatat Bitcoin sempat merebut kembali level US$65.000 sebelum terkoreksi lagi ke area US$63.000. Ia menyoroti tingginya volatilitas dan fokus analis pada apakah pemulihan tersebut bisa berlanjut atau berakhir sebagai penembusan palsu.

Analisis Teknis dan Prospek Masa Depan

Tim riset WazirX mencatat momentum jangka pendek Bitcoin mulai stabil, tercermin dari kenaikan indikator Relative Strength Index (RSI) ke angka 41,62. Selain itu, pembahasan global soal sistem keamanan tahan-kuantum dinilai memberi sentimen positif jangka panjang bagi ketahanan jaringan Bitcoin.

Piyush Walke, Analis Riset Derivatif di Delta Exchange, menuturkan Bitcoin sempat menyentuh resistance US$65.500 namun gagal mempertahankan posisi setelah mendapat penolakan dari indikator 21-day Exponential Moving Average (EMA).

“Saat ini Bitcoin bertahan di zona support US$63.000 hingga US$63.650. Jika Bitcoin mampu bergerak kuat di atas US$66.000, jalan menuju area resistance berikutnya di level US$68.000 akan terbuka lebar,” ujar Walke.

Fase konsolidasi panjang sepanjang Juni ini juga terkait dinamika kebijakan moneter global, khususnya sikap The Federal Reserve yang masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi. Kondisi tersebut mendorong investor institusional bersikap defensif dan mengalihkan modal ke aset yang lebih aman, sehingga mengurangi aliran likuiditas baru ke pasar kripto.

Meskipun fundamental jangka panjang Bitcoin dinilai tetap solid pasca-peristiwa Halving, pasar berada dalam fase transisi di mana pergerakan harga sensitif terhadap rilis data ekonomi makro terkini.