Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi pertama 30 Juni 2026, turun 2,42% ke level 5.679,75. Hampir seluruh sektor berakhir di zona merah, mencerminkan tekanan jual yang menyebar luas di pasar.
Dari 792 saham yang diperdagangkan, hanya 99 saham yang mengalami penguatan sementara 583 saham tercatat melemah. Kondisi ini memperlihatkan aksi jual yang tidak terpusat pada saham atau sektor tertentu.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan bersifat broad-based, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Basic Materials yang turun 4,30% dan sektor Energi yang turun 3,31%. Sektor Keuangan juga mencatat penurunan 1,69% sehingga menambah tekanan pada pergerakan indeks.
Perusahaan sekuritas itu mencatat bahwa saham-saham berkapitalisasi besar turut menekan IHSG. “Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, TPIA, TLKM, dan AMMN juga ditutup melemah sehingga semakin menekan indeks,” bunyi catatan pihak sekuritas pada Selasa siang.
Di sisi nilai tukar, Rupiah berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS, yang menurut BRI Danareksa menunjukkan tekanan eksternal terhadap aset domestik belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Lebih lanjut, sekuritas tersebut menyatakan bahwa koreksi tajam pada hari itu menandai masuknya pasar ke dalam fase risk-off, di mana pelaku pasar cenderung memangkas posisi berisiko ketimbang menambah. “Pergerakan Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menjadi faktor yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek,” tulis mereka.
BRI Danareksa memperingatkan bahwa hingga belum muncul katalis positif baru, volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Mereka menilai investor harus menerima kondisi pasar saat ini sebagai bagian dari dinamika perdagangan.
Namun, bagi investor jangka panjang, pihak sekuritas melihat koreksi ini dapat menjadi kesempatan untuk mengamati saham-saham berkualitas yang terkoreksi ke valuasi lebih menarik. Mereka menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dan menunggu konfirmasi stabilisasi pasar sebelum menambah posisi.
Ikuti Ihram.co.id
