Penyehatan PT Garuda Indonesia Tbk masih membutuhkan waktu meski sejumlah indikator keuangan mulai membaik. Danantara Indonesia menegaskan proses restrukturisasi diarahkan pada transformasi menyeluruh agar maskapai pelat merah itu kembali beroperasi secara sehat.
Danantara resmi mengambil alih restrukturisasi Garuda pada kuartal akhir 2025 dengan menyuntikkan modal sebesar Rp23,6 triliun dan melakukan inbreng aset tanah seluas 972.123 meter persegi milik PT Angkasa Pura Indonesia senilai Rp5,6 triliun ke anak usaha PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Setelah injeksi modal dan inbreng, total ekuitas Garuda Indonesia Group berbalik positif menjadi US$91,91 juta dari posisi negatif US$1,35 miliar sebelumnya. Total liabilitas turun dari US$7,9 miliar pada 2024 menjadi US$7,3 miliar pada 2025. Namun perseroan masih mencatat rugi, meningkat menjadi US$322 juta pada 2025 dari rugi US$72 juta pada periode sebelumnya.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan rugi sepanjang 2025 terjadi sebelum Danantara melakukan injeksi modal akhir 2025. Menurut Dony, pembengkakan kerugian dipengaruhi banyaknya pesawat yang grounded sehingga biaya sewa tetap harus ditanggung meski armada tidak beroperasi.
“Jadi, memang tidak mudah kami melakukan perubahan itu. Apalagi, Danantara menerima Garuda dalam kondisi yang perlu dilakukan turnaround, sehingga hal tersebut tentu akan membutuhkan banyak waktu. Mengingat, penyehatan Garuda di bawah Danantara juga tergolong masih baru. Kami injeksi (modal) itu akhir 2025. Baru enam bulan dari proses yang kami lakukan dalam proses penyehatan Garuda Indonesia,” ujar Dony.
Perbaikan Operasional Citilink dan Kinerja GMFI
Danantara mencatat 38 pesawat Citilink mengalami grounded saat pembenahan dimulai. Setelah perbaikan, hampir seluruh armada Citilink dilaporkan sudah kembali terbang, tercermin dalam laporan keuangan kuartal I-2026.
Pada kuartal I-2026, GMFI membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$6,7 juta, naik dari US$3,7 juta pada kuartal I-2025. Total ekuitas GMFI meningkat dari US$114,5 juta menjadi US$140,5 juta, sementara total liabilitas naik dari US$698 juta menjadi US$769 juta.
Dony menambahkan seharusnya Garuda Indonesia bisa mencetak laba pada Januari–Maret 2026, namun kenaikan harga avtur global akibat konflik geopolitik memberi tekanan pada kinerja. “Mengingat, bisnis airline itu bergerak sangat volatile,” kata Dony.
Transformasi Menyeluruh
Danantara menjalankan perbaikan menyeluruh pada Garuda Indonesia Group, mencakup kualitas layanan pra-, saat, dan pasca-penerbangan. Pada aspek pra-flight, proses pemesanan tiket, check-in, dan durasi tunggu di lounge didesain ulang.
Pada aspek in-flight, perusahaan memperbaiki layanan hiburan dan kualitas makanan. Untuk pasca-flight, program loyalitas direstrukturisasi. Penataan sumber daya manusia juga dilakukan melalui pelatihan, pembaruan livery, dan perbaikan seragam.
Semua langkah ini dimaksudkan agar Garuda tampil dengan satu transformasi menyeluruh, menurut manajemen.
Rencana Kuasi Reorganisasi GMFI
GMFI mengumumkan rencana kuasi reorganisasi menyusul saldo laba negatif (retained earnings deficit) sebesar US$512 juta per 31 Januari 2026, tercatat dalam laporan keuangan interim audited.
Manajemen GMFI menyatakan defisit tersebut membatasi akses pendanaan eksternal, kemampuan ekspansi, dan kemitraan strategis jangka panjang serta menekan daya saing di industri MRO global. Kondisi defisit telah berlangsung sejak 2018.
Dalam keputusan rapat, Dewan Komisaris dan Direksi GMFI sepakat melakukan kuasi reorganisasi dengan mengeliminasi saldo laba negatif menggunakan pos-pos ekuitas bernilai positif sehingga saldo laba negatif menjadi nol. Tujuannya menyajikan laporan posisi keuangan yang lebih mencerminkan kondisi terkini GMFI tanpa dibebani defisit masa lalu.
Kuasi reorganisasi juga dimaksudkan memperkuat struktur keuangan dengan memperbaiki kualitas ekuitas melalui penggunaan komponen seperti agio saham, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, serta pengurangan modal saham. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tarik investor dan memungkinkan pembagian dividen sesuai ketentuan.
Manajemen GMFI menilai pelaksanaan kuasi reorganisasi relevan dan strategis untuk menata kembali struktur ekuitas sejalan dengan penguatan kinerja operasional dan profitabilitas berkelanjutan.
Ikuti Ihram.co.id
