Indeks utama Wall Street bergerak melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026) setelah saham-saham teknologi mengalami aksi jual besar-besaran. Tekanan pasar juga diperparah oleh penurunan lanjutan saham SpaceX yang mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut.

S&P 500 turun 0,37% ke 7.472,79, sementara Nasdaq Composite yang bermuatan banyak saham teknologi anjlok 1,32% menjadi 26.166,60. Berbeda dengan kedua indeks tersebut, Dow Jones Industrial Average justru menguat 148,01 poin (0,29%) ke 51.712,71, didorong oleh lonjakan hampir 4% saham Caterpillar.

Tekanan Besar Dari Saham Teknologi

Sektor teknologi menanggung tekanan signifikan. Saham Alphabet merosot 5% menyusul kekhawatiran soal hengkangnya sejumlah talenta di bidang kecerdasan buatan. Amazon turun 4,8%, Meta Platforms melemah 2,3%, dan Microsoft terkoreksi 3%.

Salah satu sorotan pasar adalah penurunan tajam saham SpaceX sebesar 16%, memperpanjang tren turun selama tiga hari berturut-turut.

Sentimen Beragam Di Segmen Semikonduktor

Di tengah tekanan sektor teknologi secara luas, beberapa saham semikonduktor justru menunjukkan penguatan. Micron Technology melonjak hampir 7% menjelang laporan keuangan kuartalan yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Advanced Micro Devices naik lebih dari 2%, sedangkan Intel melesat 5%.

Perdagangan Energi Dan Negosiasi Internasional

Pelaku pasar juga mengamati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak dunia berbalik turun setelah mediator dari Qatar dan Pakistan menyebut pejabat AS serta Iran menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final dalam 60 hari ke depan.

Departemen Keuangan AS memberi izin penjualan minyak Iran selama 60 hari, dan sebagai dampaknya harga minyak Brent untuk kontrak Agustus turun 3,31% menjadi US$ 77,90 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 2,32% ke US$ 74,82 per barel.

Fokus Investor Pada Rilis Inflasi PCE

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS pada Kamis (25/6/2026), indikator inflasi yang menjadi acuan The Fed. Ekonom memperkirakan inflasi inti PCE, yang mengecualikan makanan dan energi, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Setelah pertemuan The Fed pekan lalu yang bernada hawkish, ekspektasi pasar terhadap pengetatan suku bunga bergerak ke arah percepatan, bahkan diperkirakan bisa terjadi pada Oktober mendatang.

Prospek Saham Kapitalisasi Besar

Meski tekanan melanda pasar, Tom Hainlin, National Investment Strategist US Bank Asset Management Group, menilai prospek saham-saham kapitalisasi besar AS masih relatif menarik. Menurut Hainlin, ekonomi AS didukung pasar tenaga kerja yang kuat, tingkat kepercayaan konsumen yang terjaga, serta aktivitas bisnis yang tetap ekspansif.

— “Selama konsumen masih memperoleh pendapatan dan yakin terhadap pekerjaannya sehingga tetap berbelanja, serta perusahaan masih melihat ekonomi dalam kondisi baik dan terus melakukan ekspansi, maka kondisi tersebut masih menjadi fondasi yang cukup positif bagi pasar,” ujar Hainlin.