Investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (22/6/2026). Transaksi jual bersih asing di seluruh pasar tercatat sebesar Rp 1,1 triliun, sehingga akumulasi net sell asing sepanjang tahun mencapai Rp 69,3 triliun.
Aksi jual terfokus pada empat saham utama: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Empat Saham Paling Banyak Dilepas
Di pasar reguler, net sell asing terbesar terjadi pada saham BBRI dengan nilai Rp 261,9 miliar. Posisi berikutnya adalah TPIA yang didepak asing sebesar Rp 174,6 miliar.
Saham BBNI mengalami net sell asing senilai Rp 110,5 miliar, sedangkan TLKM tercatat net sell sebesar Rp 106,1 miliar.
Saham Yang Justru Diburu Asing
Di sisi pembelian, saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan net buy mencapai Rp 120,9 miliar. Selanjutnya, PT Antam Tbk (ANTM) mencatat net buy asing sebesar Rp 90,5 miliar.
Pergerakan Indeks Dan Sektor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari itu melemah 60,4 poin atau 0,98% ke level 6.116,6. Jumlah saham yang menguat tercatat 227, sementara 471 saham melemah dan 261 saham stagnan. Total nilai transaksi pasar mencapai Rp 13,3 triliun.
Dua sektor yang menguat pada penutupan adalah energi, naik 1,4%, dan teknologi, naik 0,1%. Sebaliknya, pelemahan paling dalam terjadi pada sektor barang baku turun 2,49%.
- Sektor perindustrian turun 2,3%.
- Sektor kesehatan turun 2,2%.
- Sektor barang konsumen primer turun 1,6%.
- Sektor keuangan turun 1,5%.
- Sektor properti turun 1,2%.
- Sektor infrastruktur turun 0,9%.
- Sektor barang konsumen non-primer turun 0,3%.
- Sektor transportasi turun 0,1%.
Faktor Pengaruh Pasar
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut peningkatan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah sebagai tekanan utama pasar. Lembaga itu juga mengutip pernyataan dan ancaman lanjutan dari Presiden AS Donald Trump terkait potensi aksi militer, serta kabar penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang memperburuk sentimen, meski ada laporan lain yang menyebut negosiasi masih berlangsung.
Dari sisi domestik, pelaku pasar disebut menahan diri menjelang pengumuman indeks MSCI pada 23 Juni 2026, yang dinilai penting bagi persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia.
Ikuti Ihram.co.id
