Berita

Driver Ojol Gelar Aksi Dukungan untuk Nadiem Makarim di PN Jakarta Pusat Jelang Sidang

Advertisement

Jakarta – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 5 Januari 2026. Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan dukungan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjelang sidang pembacaan surat dakwaannya.

Pantauan di lokasi pada pukul 09.10 WIB, terlihat satu mobil komando digunakan oleh para pengemudi ojol yang hadir. Mereka membawa poster dengan tulisan yang menunjukkan dukungan kuat, seperti ‘Ojol ada karena Nadiem! Pejuang aspal bersama Nadiem’. Selain itu, tagar dukungan #Kawalkawanpejuangaspal dan #Solidaritasorangjalanan juga digaungkan.

Para demonstran mengenakan jaket khas ojol saat menyuarakan aspirasi mereka. Suasana di depan PN Jakarta Pusat juga diwarnai dengan kehadiran sejumlah karangan bunga. Karangan bunga tersebut berisi pesan-pesan dukungan dan harapan bagi Nadiem dan istrinya, Franka Franklin.

Beberapa pesan yang tertulis di karangan bunga antara lain, ‘To: Nadiem & Franka, tetap kuat Nadiem & Franka, ingatlah, kebenaran tidak tergesa-gesa namun selalu tiba pada waktunya’, ‘Nadiem Makarim tidak gelap, ia membawa terang, yang menyilaukan’, dan ‘Jika membawa cahaya adalah dosa, maka Nadiem Makarim, hanya menyalakan lilin di tengah kabut’. Ada pula karangan bunga dari Felicia Kawilarang yang bertuliskan ‘Dengan doa dan harapan untuk proses yang transparan dan adil’.

Istri Nadiem, Franka Franklin, dilaporkan telah tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Agenda sidang hari ini adalah pembacaan surat dakwaan Nadiem terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Advertisement

Kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, memastikan kliennya akan hadir dalam persidangan hari ini. Ari menyatakan bahwa Nadiem berkeinginan untuk segera menyelesaikan masalah ini dan membuktikan kepada publik bahwa ia bukanlah seorang koruptor. “Nadiem kondisinya masih perawatan, tapi beliau akan hadir sidang besok (hari ini), karena beliau ingin segera selesai masalahnya, dan membuktikan ke masyarakat bahwa dia bukan koruptor,” ujar Ari saat dikonfirmasi.

Dua Kali Penundaan Sidang

Sidang pembacaan dakwaan Nadiem seharusnya digelar pada Senin, 16 Desember 2025. Namun, sidang tersebut ditunda karena Nadiem masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi di rumah sakit.

Meskipun demikian, jaksa penuntut umum telah membacakan dakwaan untuk tiga terdakwa lainnya dalam kasus yang sama. Ketiga terdakwa tersebut adalah Sri Wahyuningsih, selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021; Mulyatsyah, selaku Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020; serta Ibrahim Arief (IBAM), selaku tenaga konsultan. Jaksa menyebutkan bahwa kasus ini telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun.

Sidang pembacaan dakwaan untuk Nadiem kemudian dijadwalkan ulang pada Selasa, 23 Desember 2025. Namun, jaksa kembali menyatakan bahwa kondisi Nadiem belum sepenuhnya pulih pascaoperasi, sehingga persidangan kembali ditunda.

Advertisement