Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, menyatakan dukungan penuh bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan berharap timnas mengamankan tiket ke Piala Dunia 2030.
Pernyataan itu disampaikan Elshemy saat menghadiri peringatan Hari Nasional Republik Arab Mesir di Jakarta, Rabu, 25 Juni 2026. Ia menyinggung prestasi tim-tim Asia sebagai salah satu acuan, termasuk kiprah Iran di Piala Dunia 2026.
Sepak Bola Sebagai Bagian Budaya
Menurut Elshemy, sepak bola di Mesir bukan sekadar olahraga, melainkan elemen budaya yang melekat di Kairo. “Sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan semua orang tanpa memandang latar belakang sosial mereka,” ujarnya.
Kiprah Mesir di Piala Dunia 2026
ElShemy menyoroti perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026. Ia menyebut bangga atas penampilan timnas yang baru meraih kemenangan penting di Grup G, usai menumbangkan Selandia Baru 3-1 di Stadion BC Place, Vancouver.
Mesir sempat tertinggal melalui gol Finn Surman pada babak pertama, namun membalas di babak kedua lewat gol Mostafa Ziko, Mohamed Salah, dan Trezeguet. “Kami sangat bangga terhadap tim nasional kami. Kini di Piala Dunia 2026, kami berada di ambang kelolosan ke babak berikutnya setelah meraih kemenangan besar,” kata Elshemy.
Ia menambahkan harapan agar Mohamed Salah, yang disebutnya “Raja Mesir”, kembali menunjukkan performa pada laga penentu grup melawan Iran pada 27 Juni mendatang.
Harapan Untuk Indonesia
Harapan Dubes Elshemy sejalan dengan target jangka panjang PSSI dan upaya kebangkitan performa Timnas Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan keinginannya melihat Indonesia menempatkan posisi kuat di Piala Dunia 2030.
Catatan sejarah disebutkan Elshemy, bahwa Indonesia pernah tampil di Piala Dunia pada 1938 dengan nama Hindia Belanda. Dalam era modern, lolos ke putaran final tetap menjadi misi besar bagi sepak bola Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Elshemy menyinggung upaya peningkatan kualitas sepak bola Indonesia melalui transformasi liga domestik, pembinaan usia muda, serta program naturalisasi pemain keturunan yang berkarier di Eropa.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa penambahan kuota peserta Piala Dunia menjadi 48 tim sejak edisi 2026 membuka peluang lebih luas bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk menembus putaran final pada 2030.
Ikuti Ihram.co.id
