Akses ke layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama kelompok unbanked dan underbanked. Easycash menyatakan akan memperkuat tata kelola perusahaan dan manajemen risiko sebagai landasan memperluas pendanaan bagi pelaku usaha mikro.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology, Nucky Poedjiardjo, saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Nucky menekankan perluasan akses kredit harus berjalan seiring dengan penerapan prinsip tata kelola yang baik.

Angka Penyaluran dan Cakupan Penerima

Sejak berdiri pada 2017, Easycash — yang berstatus platform pinjaman daring berizin dan diawasi OJK — mengklaim menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana. Total akumulasi nilai pinjaman yang disalurkan mencapai Rp 96,67 triliun.

Menurut Nucky, pertumbuhan penyaluran ini mencerminkan fokus perusahaan pada perluasan akses pendanaan, terutama bagi segmen yang kurang terlayani oleh layanan keuangan formal.

Manajemen Risiko dan Kepatuhan

Easycash menyatakan memperkuat fungsi pengawasan, manajemen risiko, dan sistem pengendalian internal. Perusahaan juga menyoroti peningkatan fungsi kepatuhan serta audit internal dan eksternal sebagai bagian dari upaya mematuhi ketentuan, termasuk POJK No. 40 Tahun 2024.

“Penerapan tata kelola yang baik tidak hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga untuk membangun perusahaan yang sehat, dapat diandalkan dalam memperluas akses kredit masyarakat, serta mampu memberikan perlindungan bagi konsumen,” ujar Nucky dalam pidatonya.

Dampak pada Penerima Manfaat

Salah satu penerima manfaat adalah Ifa Maria Ulfa, petani dari Jember. Ifa mengatakan pinjaman dari Easycash membantunya memenuhi kebutuhan modal tani, khususnya untuk pembelian pupuk cabai dan padi saat mengalami keterbatasan dana.

“Dana yang saya dapatkan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pembelian pupuk saat modal sedang terbatas. Proses pencairannya cepat sehingga saya bisa tetap menjalankan usaha tani tanpa harus menunda kebutuhan produksi,” kata Ifa.

Menurut Ifa, akses pendanaan cepat turut mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal dan menjaga kelangsungan usaha sebagai sumber penghidupan keluarga.

Program Edukasi dan Rencana Ke Depan

Selain fokus penyaluran pembiayaan, Easycash juga mendorong peningkatan literasi keuangan. Perusahaan menyebutkan program edukasi seperti MOJANG (Modul Bijak Keuangan) dan platform edukasi ChatPindar sebagai upaya membantu masyarakat menggunakan layanan keuangan digital dengan bijak.

Ke depan, Easycash menyatakan akan terus menargetkan perluasan akses pendanaan bagi segmen unbanked dan underbanked sekaligus mempertahankan komitmen terhadap perlindungan konsumen melalui tata kelola dan praktik kepatuhan yang diperkuat.