Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring kombinasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve.
Di pasar spot, emas tercatat turun 0,5% ke level US$ 4.067,99 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,4% ke posisi US$ 4.081,20 per ons.
Ketegangan AS-Iran dan Dampak Energi
Ketegangan terbaru muncul setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal dan pesawat drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu dini hari. Insiden ini terjadi setelah ancaman keras dari pihak AS terhadap kepemimpinan Iran.
Meski sempat memanas, laporan menyebutkan kedua negara akhirnya sepakat meredakan ketegangan dan memperbarui dialog terkait sengketa jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Lonjakan Minyak dan Inflasi AS
Aksi saling serang antara AS dan Iran mendorong harga minyak mentah dunia naik karena kekhawatiran gangguan pada jalur pelayaran tanki di Selat Hormuz.
Kenaikan harga energi turut berkontribusi pada akselerasi inflasi AS. Data menunjukkan inflasi AS pada Mei 2026 naik hingga 4,0%, capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Kondisi inflasi yang menghangat memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan bertindak lebih agresif. Berdasarkan pemantauan pasar, pelaku pasar memperkirakan kemungkinan tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, dengan peluang 77% bahwa kenaikan berikutnya terjadi pada Desember 2026.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas karena meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam mulia.
Permintaan Fisik Di Asia dan Posisi Spekulan
Di pasar fisik, koreksi harga emas pekan lalu mendorong aksi beli di India. Untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan, emas di India diperdagangkan dengan harga premium terhadap patokan internasional. Sebaliknya, permintaan di China tercatat masih lesu.
Di bursa berjangka, para spekulan menaikkan posisi net long sebanyak 91 kontrak menjadi 113.010 kontrak untuk pekan yang berakhir 23 Juni.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
- Perak spot turun 1,1% ke US$ 58,49 per ons.
- Paladium turun 0,4% menjadi US$ 1.204,25 per ons.
- Platinum menguat 0,4% ke US$ 1.620,15 per ons.
Emas biasanya dianggap sebagai aset safe haven saat terjadi krisis geopolitik. Namun kondisi terkini memperlihatkan dinamika berbeda: konflik yang mengganggu pasokan energi mendorong harga minyak naik, mendorong inflasi lebih tinggi, dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga. Tingginya suku bunga tersebut kemudian mengurangi daya tarik emas dibandingkan aset berbunga atau obligasi pemerintah AS.
Ikuti Ihram.co.id
