Harga emas dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (19/6/2026), memperpanjang tren penurunan menjadi tiga pekan berturut-turut. Penguatan dolar AS dan sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed menjadi faktor utama yang menekan harga logam mulia.

Pada saat berita ditulis, harga emas tercatat turun 0,77% ke level US$ 4.176,44 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus anjlok 1,21% ke US$ 4.193,6 per ons troi.

Pengaruh Dolar Dan Geopolitik

Dolar AS yang menguat mengurangi daya tarik emas, karena logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain faktor valuta, pasar juga mengamati perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Kapal tanker minyak kembali melintasi Selat Hormuz setelah AS mencabut blokade terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik, meski sejumlah isu penting antara kedua negara disebutkan masih belum terselesaikan.

Tekanan Inflasi Dan Respons Bank Sentral

Tekanan inflasi yang muncul akibat dampak perang di kawasan mulai menjadi perhatian bank sentral global. Kondisi ini mendorong beberapa otoritas moneter untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau memberi sinyal kenaikan suku bunga guna menekan laju inflasi.

Sikap hawkish The Fed ikut memperkuat tekanan terhadap emas. Berdasarkan proyeksi terbaru yang dirilis setelah rapat kebijakan pekan ini, sembilan dari 19 pejabat The Fed memperkirakan masih diperlukan kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini.

Dalam pertemuan perdana yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh, bank sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%.

Prospek Harga Dan Likuiditas Pasar

Prospek suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas dibanding instrumen berbunga. Meski demikian, Goldman Sachs mempertahankan proyeksi kenaikan harga emas, dengan target US$ 4.900 per ons pada akhir 2026, meski turun dari prediksi sebelumnya sebesar US$ 5.400 per ons.

Di sisi pasar, aktivitas perdagangan emas global diperkirakan meningkat setelah Bursa Komoditas Dubai mengumumkan peluncuran kontrak berjangka emas dengan penyelesaian pada hari yang sama (same-day settlement), yang akan dimulai Senin mendatang. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas pasar emas di kawasan Timur Tengah dan menampung permintaan aset safe haven.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Logam mulia lain juga mengalami pelemahan. Harga perak spot turun 1,74% menjadi US$ 64,57 per ons, platinum anjlok 1,6% ke US$ 1.671,22 per ons, dan paladium terpangkas 1,23% menjadi US$ 1.267,13 per ons.