JP Morgan Chase Bank NA mencatatkan peningkatan kepemilikan pada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) setelah serangkaian transaksi saham yang dilaporkan berlangsung pada Juni 2026.

Perusahaan memperoleh 441,6 juta saham EMAS terkait penerbitan depositary receipts pada 18 Juni 2026. Selain itu, JP Morgan membeli 906.800 saham EMAS dengan harga rata-rata Rp 7.027 per saham dan menjual 831.400 saham dengan harga rata-rata Rp 7.080 per saham.

“Setelah seluruh transaksi tersebut, porsi kepemilikan JP Morgan Chase Bank di Merdeka Gold Resources (EMAS) naik menjadi 6,1% dari sebelumnya 3,1%,” demikian catatan Stockbit Group pada Selasa (23/6/2026).

Daftar Investor Strategis dan Keuangan

Sebelumnya, EMAS mendapat dukungan dari sejumlah investor global menjelang rencana pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Dari kelompok pelaku industri strategis tercatat Wanguo Gold Group Ltd, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co Ltd, Mercuria Holdings (Singapore) Pte Ltd, Trafigura Pte Ltd, Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited — anak usaha penuh JCHX Mining Management Co Ltd.

Partisipasi dari kelompok investor keuangan meliputi Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Co Ltd, GF Fund Management, Eurus Holdings SPC milik ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

Manajemen Merdeka Gold Resources menyatakan investor cornerstone tersebut telah menyerap sekitar 49,9% dari saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar, angka yang merupakan batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan di HKEX.

Kondisi Tambang Pani

Minat investor internasional terhadap saham EMAS terkait dengan prospek Tambang Emas Pani yang kini memasuki fase peningkatan produksi. Sejak pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 2025, perusahaan mencatat beberapa tonggak operasional.

Tambang Pani mencatat first gold pour pada Februari 2026 dan melakukan penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Hingga akhir 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ons emas dan cadangan bijih mencapai 5,2 juta ons emas. Dengan angka tersebut, Tambang Pani dikategorikan sebagai salah satu deposit emas primer terbesar di kawasan Asia.