Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (19/6/2026), mencatat penurunan mingguan untuk pekan ketiga berturut-turut. Pelemahan dipicu oleh penguatan dolar AS dan sikap hawkish Federal Reserve.

Di pasar spot, emas ditutup turun 1,3% ke US$4.154,48 per ons troi setelah sempat menyentuh US$4.119,78, level terendah sejak 11 Juni. Kontrak berjangka emas AS juga anjlok 1,72% menjadi US$4.172,9 per ons troi.

Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga menekan permintaan. Sentimen negatif bertambah setelah Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir 2026.

— “Ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama menjadi sentimen negatif bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, sekaligus mendukung penguatan dolar AS,” kata Nikos Tzabouras, analis senior Pasar Tradu.com.

Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% pekan ini dan proyeksi internal bank sentral yang masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga turut menambah tekanan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada September mendatang berada di kisaran 70%.

Target Goldman Sachs

Goldman Sachs menurunkan target harga emas menjadi US$4.900 per ons troi untuk akhir 2026, dari perkiraan sebelumnya US$5.400 per ons troi. Revisi ini mencerminkan sikap lebih hati-hati terhadap prospek jangka pendek logam mulia, meski bank investasi tersebut mempertahankan pandangan positif untuk jangka menengah.

Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga mengamati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian meningkat setelah perundingan antara AS dan Iran terkait upaya meredam konflik tidak dilaksanakan pada Jumat, menurut pernyataan otoritas Swiss. Di sisi lain, seorang pejabat senior AS menyebutkan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat, yang sedikit meredakan kekhawatiran akan eskalasi.

Pergerakan negatif tidak hanya terjadi pada emas. Beberapa logam mulia lain juga mencatat penurunan pada akhir pekan:

  • Perak spot turun 1,3% ke US$64,86 per ons;
  • Platinum merosot 2,2% ke US$1.661,42 per ons;
  • Paladium jatuh 2,85% menjadi US$1.246,1 per ons.