Ekonom Amerika Serikat Steve Hanke kembali menyinggung kebijakan moneter Indonesia pada masa krisis 1998. Dalam unggahan di akun X pada Senin (22/6/2026), Hanke mengklaim rupiah saat ini dapat lebih stabil—bahkan setara dengan dolar AS—seandainya rencana penerapan currency board pada era Presiden Soeharto tidak digagalkan oleh International Monetary Fund (IMF).

“Jika IMF tidak menyabotase currency board yang akan dipasang oleh Soeharto dan saya pada 1998, rupiah tidak akan bermasalah hari ini. Rupiah akan sebaik dolar AS. Rupiah akan menjadi kloning dari greenback,” tulis Hanke dalam unggahannya.

Apa Itu Currency Board

Hanke adalah salah satu pendukung gagasan currency board, sebuah rezim moneter yang menautkan mata uang domestik secara permanen pada mata uang asing tertentu. Mengutip penjelasan HSBC Indonesia, currency board adalah otoritas moneter yang menerbitkan mata uang domestik dengan dukungan penuh dari mata uang asing acuan.

Dalam skema ini, setiap unit mata uang domestik yang beredar harus didukung oleh cadangan mata uang asing dalam jumlah setara. Oleh karena itu, otoritas moneter tidak bisa mencetak uang secara bebas karena setiap penambahan jumlah uang beredar menuntut kenaikan cadangan devisa.

Manfaat dan Keterbatasan

Pendukung currency board menilai sistem ini mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan menekan inflasi, sekaligus mengurangi ketidakpastian bagi pelaku usaha, investor, dan perdagangan internasional. Stabilitas kurs dianggap sebagai salah satu keuntungan utama.

Namun Hanke dan penjelasan resmi mengenai mekanisme ini juga menyinggung keterbatasan sistem tersebut. Currency board membatasi fleksibilitas pemerintah dan otoritas moneter dalam menetapkan kebijakan ekonomi, termasuk penyesuaian suku bunga dan respons terhadap guncangan ekonomi.

Dalam situasi tertentu, keterbatasan ruang kebijakan itu berisiko memperbesar tekanan pada sektor keuangan dan memperlambat proses penyesuaian ekonomi, demikian catatan mengenai batasan mekanisme ini.

Profil Singkat Steve Hanke

Steve Hanke dikenal sebagai ekonom senior yang meneliti inflasi, mata uang, dan kebijakan moneter. Ia pernah menjadi penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan selama bertahun-tahun mendorong penerapan currency board di negara-negara yang mengalami tekanan nilai tukar dan inflasi tinggi.