Harga Bitcoin (BTC) melompat pada Selasa pagi dan bertahan di atas level psikologis US$60.000, namun masih belum jelas apakah kenaikan itu cukup untuk menembus resistance di US$62.000.
Pelaku pasar menunjukkan tanda-tanda mereda pada tekanan jual, tetapi banyak pihak tetap menunggu katalis yang mampu mengarahkan pergerakan selanjutnya—baik untuk melanjutkan reli maupun kembali mengalami koreksi karena sentimen makro.
Pergerakan Pasar dan Kapitalisasi
Berdasarkan data pukul 06.00 WIB, kapitalisasi pasar kripto global berada di kisaran US$2,09 triliun, naik 1,88% dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin tercatat naik 2,22% ke US$60.269 per koin.
Indeks yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar tercatat menguat 2,08%. Aset lain juga menunjukkan penguatan: Ethereum naik 3,63% ke US$1.610, Binance Coin bertambah 2,45% ke US$559, XRP ke US$1,05, Dogecoin ke US$0,07, dan Solana melonjak 7,27% menjadi US$75,18.
Perbedaan Sikap Investor
Pasar kini terbagi: investor ritel cenderung melakukan pengurangan kepemilikan, sementara sejumlah investor institusi tetap mempertahankan posisi dan menilai valuasi lebih menarik pasca-koreksi beberapa pekan terakhir.
Indeks Crypto Fear & Greed menunjukkan level 36 dari skala 100, mencerminkan suasana hati pasar yang masih didominasi kekhawatiran meski belum mencapai fase kepanikan.
Arus Dana dan Aktivitas Institusi
Pada Juni, dana yang keluar dari ETF Bitcoin spot di AS mencapai US$4,4 miliar, menjadi arus keluar bulanan terbesar tahun ini dan menunjukkan pengurangan eksposur oleh sebagian investor.
Sementara itu, beberapa perusahaan yang menyimpan Bitcoin sebagai cadangan masih menambah kepemilikan, namun pembelian dilakukan lebih hati-hati dibandingkan periode sebelumnya. Mayoritas perusahaan treasury belum melakukan aksi jual besar-besaran sehingga belum mendorong tekanan jual signifikan.
Derivatif, Likuiditas, dan Level Kritis
Total open interest pada kontrak berjangka Bitcoin tercatat sekitar US$19,92 miliar, sedikit turun dari dua pekan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan pengurangan penggunaan leverage secara bertahap tanpa memicu gelombang likuidasi besar.
Biaya pendanaan untuk posisi beli turun dari 0,25% menjadi 0,12%, menandakan tekanan likuidasi mulai mereda. Analis menyebut level US$58.800 sebagai area penting yang harus dijaga; jika turun menembus angka tersebut, posisi beli senilai sekitar US$500 juta berisiko terkena likuidasi dan dapat mendorong harga menuju sekitar US$56.000.
Volume perdagangan saat ini relatif rendah dan perubahan posisi di pasar berjangka terbatas, mencerminkan kondisi pasar yang masih menunggu arah jelas.
Faktor yang Perlu Diwaspadai
Untuk menghidupkan kembali momentum kenaikan, Bitcoin dinilai perlu menembus US$62.000 agar minat beli investor kembali meningkat. Di sisi lain, beberapa sentimen makro seperti data ketenagakerjaan AS dan perkembangan konflik di Timur Tengah dipandang sebagai faktor yang dapat mengguncang pasar dalam beberapa hari ke depan.
Ikuti Ihram.co.id
