Harga emas dunia bergerak turun dan berpeluang mencatat penurunan mingguan untuk empat pekan berturut-turut pada Jumat (26/6/2026), seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Pelemahan juga didorong oleh situasi geopolitik yang masih rapuh dan data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan. Pada penutupan perdagangan, harga emas spot tercatat turun 0,87% ke level US$ 3.993,78 per ons troi, sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus anjlok 1,01% ke US$ 4.006,75 per ons troi.
Pemicu Tekanan Harga
Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu tekanan utama terhadap harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Di sisi geopolitik, Organisasi Maritim Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (IMO) menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz setelah laporan adanya serangan terhadap sebuah kapal. Peristiwa itu kembali menimbulkan kekhawatiran terkait keberlangsungan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.
Data Inflasi dan Pernyataan Pejabat The Fed
Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi AS terus meningkat. Indeks inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Mei menembus level 4% secara tahunan untuk pertama kali dalam tiga tahun, didorong kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan masih ada sedikit harapan dari perlambatan inflasi sektor jasa, namun menilai tekanan inflasi secara keseluruhan masih terlalu tinggi dan belum bergerak ke arah yang diinginkan bank sentral. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menegaskan inflasi diperkirakan melambat tahun ini, tetapi masih jauh di atas target 2% The Fed.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga The Fed sepanjang 2026, dan peluang kenaikan pada pertemuan September mencapai sekitar 63%.
Permintaan Fisik dan Pergerakan Logam Lain
Permintaan emas fisik dari China juga menunjukkan pelemahan. Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong mencatat impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Mei turun sekitar 38% secara bulanan menjadi 53,67 ton, dari 86,72 ton pada April.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot anjlok 3,08% menjadi US$ 56,09 per ons, platinum turun 2,16% ke US$ 1.568,48 per ons, dan palladium merosot 1,74% ke US$ 1.168,7 per ons. Ketiganya diperkirakan akan menutup pekan ini dengan pelemahan.
Ikuti Ihram.co.id
