Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar pada perdagangan sesi I Jumat (26/6/2026), anjlok 163,92 poin atau 2,73% ke level 5.835,11. Pergerakan indeks pada sesi tersebut berada di kisaran 5.830–6.045.

Aktivitas pasar tercatat tinggi, dengan sebanyak 11,7 miliar lembar saham diperdagangkan, nilai transaksi mencapai Rp 6,39 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 933.351 kali. Dari seluruh saham, 91 menguat, 593 melemah, dan 123 stagnan.

Kelompok saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 juga terkoreksi, ambles 2,07% pada penutupan sesi I. Seluruh sektor saham berwarna merah, dipimpin pelemahan sektor barang baku yang merosot 5,23%.

Sektor lain yang turun antara lain perindustrian turun 5,06%, infrastruktur turun 4,00%, transportasi turun 3,29%, dan barang konsumsi non primer turun 3,11%.

Sentimen regional juga negatif pada sesi pagi, di mana bursa Asia bergerak turun: Shanghai turun 2,14%, Nikkei turun 4,84%, Straits Times turun 1,10%, dan Hang Seng turun 1,87%.

Saham ARB Dan Top Gainers

Sejumlah saham anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), dengan penurunan harga di atas 14%. Saham yang tercatat menyentuh ARB antara lain PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) turun 14,93% ke Rp 4.700 dan PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) turun 14,88% ke Rp 206.

Saham lain yang tertekan hingga ARB adalah PT Colopark Indonesia Tbk (CLPI) turun 14,83% ke Rp 1.465 dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) turun 14,64% ke Rp 408.

Sementara itu, beberapa saham justru melonjak dan menempati posisi teratas dalam daftar top gainers. PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) melonjak mentok ke batas auto rejection atas (ARA), naik 24,68% menjadi Rp 384.

Daftar penguat lainnya meliputi PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang naik 25,35% ke Rp 89, PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang melesat 23,57% ke Rp 346, PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) naik 16,87% ke Rp 97, dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang menanjak 13,58% menjadi Rp 1.965.