Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan koreksi pada perdagangan, Senin (29/6/2026). Sentimen negatif datang dari pelemahan indeks di bursa Wall Street dan aksi jual investor asing yang berlanjut.
Di sisi lain, kenaikan harga komoditas seperti emas, timah, tembaga, dan batu bara disebut berpotensi menjadi pengimbang sentimen bagi pergerakan IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.745-5.595 dan resist 6.050-6.200,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Senin (29/6/2026).
Menutup pekan lalu, indeks di Wall Street tercatat melemah tipis seiring berlanjutnya rotasi investor dari saham sektor teknologi ke saham defensif. Tekanan tambahan muncul setelah laporan bahwa OpenAI menunda rencana pencatatan sahamnya (IPO), yang dipandang terkait dengan kinerja IPO SpaceX dan volatilitas pada saham kecerdasan buatan (AI).
Laporan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar mengenai kelanjutan belanja infrastruktur emiten AI karena potensi penundaan pembiayaan dari pasar modal.
Beberapa saham sektor teknologi yang mencatat penurunan signifikan antara lain Micron Technology turun 6,69%, Intel melemah 3,42%, dan Advance Micro Devices turun 2,06%.
Menanggapi potensi pergerakan pasar, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk tujuan trading pada hari Senin (29/6/2026): BBCA, BBRI, BBNI, BFIN, UNTR, dan TBIG.
Ikuti Ihram.co.id
