Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Proyeksi ini disampaikan menyusul penguatan indeks pada hari sebelumnya yang mencapai level 5.999.

Pada penutupan Kamis, 25 Juni 2026, IHSG naik 1,96% setelah rebound dari tekanan sehari sebelumnya. Penguatan pasar dipengaruhi oleh turunnya harga minyak Brent mendekati US$70 per barel, yang meredakan kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN dan tekanan inflasi.

Sentimen positif juga didorong rencana penambahan efisiensi anggaran Program MBG sebesar Rp50 triliun serta penguatan nilai tukar Rupiah ke Rp17.943 per dolar AS.

Data AS dan Dampaknya

BRI Danareksa Sekuritas mencatat rilis Core PCE Price Index AS yang naik 0,3% month-to-month dan 3,4% year-on-year, level tertinggi sejak Oktober 2023.

Menurut analis broker tersebut, data inflasi AS itu memperkuat ekspektasi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer), sehingga berpotensi membatasi penguatan Rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG bergerak sideways dengan level support di 5.860 dan resistance di 6.130.

Broker itu menulis bahwa penembusan di atas 6.130 dapat membuka ruang penguatan lanjutan, sementara pelemahan di bawah 5.860 berpotensi memicu tekanan jual kembali.

Kinerja Bursa Global

Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street menunjukkan hasil yang bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,14% ke 51.920,6.

Sementara itu, S&P 500 tercatat melemah 0,0099% ke 7.357,4, dan Nasdaq Composite turun 0,46% menjadi 25.358,6.

Rekomendasi Saham

Untuk strategi trading pada hari Jumat, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham: JSMR, HMSP, dan GULA.