Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran 6.150 hingga 6.400 pada sesi perdagangan Rabu, 17 Juni 2026.

Pergerakan ini mengikuti penutupan IHSG pada level 6.254,9 atau naik 4,12% pada perdagangan Senin (15/6/2026). Bursa tidak beroperasi pada Selasa (16/6/2026).

Sentimen Pasar dan Harga Komoditas

Peningkatan optimisme pasar terkait kabar tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang rencananya akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026) mendorong IHSG sempat menyentuh 6.345.

Berita itu juga menekan harga minyak global: WTI turun ke sekitar US$ 80 per barel dan Brent ke sekitar US$ 83 per barel, setelah prospek dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Penurunan harga minyak disebut meredakan tekanan inflasi dan mengurangi potensi pelebaran defisit APBN.

Di pasar lainnya, harga emas bergerak naik hingga menembus level US$ 4.338 per troy ounce seiring meredanya ekspektasi pengetatan suku bunga The Fed. Nilai tukar rupiah tercatat menguat 0,85% ke Rp 17.709 per dolar AS pada penutupan Senin (15/6/2026).

Analisis Teknikal

Phintraco Sekuritas mencatat kondisi teknikal IHSG menunjukkan penutupan di atas MA20 dan kelanjutan pembentukan histogram positif pada MACD. Namun, mereka juga mengingatkan stochastic RSI berpotensi membentuk death cross di area overbought.

“Diperkirakan IHSG pada bergerak pada rentang 6.150-6.400 pada perdagangan Rabu (17/6/2026),”

tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya pada Senin (15/6/2026).

Proyeksi Lain dan Rekomendasi Saham

MNC Sekuritas memiliki proyeksi berbeda yang menempatkan kemungkinan IHSG menguji level 6.476-6.577. Meski demikian MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya risiko koreksi ke area 6.136-6.216.

Untuk strategi trading pada Rabu (17/6/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADRO, BKSL, BUMI, dan OASA.

  • IHSG: prediksi range 6.150–6.400
  • Faktor utama: kesepakatan AS-Iran dan koreksi harga minyak
  • Rekomendasi trading: ADRO, BKSL, BUMI, OASA