Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, menjelang sejumlah keputusan penting yang dinantikan pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026), IHSG menguat 0,98% ke level 6.116,6. Meskipun sempat menguat di awal sesi, indeks kemudian bergerak melemah hampir sepanjang hari.

Pergerakan Sektor dan Sentimen Pasar

Sektor barang baku mencatat koreksi terdalam, turun 2,49%, sedangkan sektor energi membukukan kenaikan terbesar sebesar 1,47%.

Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menunggu pengumuman MSCI terkait Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, yang akan menentukan apakah Indonesia tetap berstatus Emerging Market. Selain itu, hasil review S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia juga dinantikan. Sejumlah isu terkait UU P2SK turut menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Nilai Tukar dan Indikator Teknikal

Rupiah ditutup melemah 0,22% pada level Rp 17.843 per dolar AS, sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih berada di atas MA10 dan MA20. Histogram MACD masih berada di area positif, sementara Stochastic RSI menunjukkan pembalikan arah menuju area pivot.

“Sehingga jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220,”

Rekomendasi Saham

Untuk strategi trading pada Selasa (23/6/2026), BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham berikut:

  • GULA
  • PIPA
  • ESIP
  • OASA
  • HMSP