Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Rebound beberapa komoditas dan penguatan nilai tukar rupiah menjadi peluang sentimen positif bagi pasar domestik.

Namun, pelemahan mayoritas indeks di Wall Street serta berlanjutnya aksi jual investor asing berpotensi menekan laju penguatan IHSG dalam jangka pendek.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Dalam ulasan yang dirilis Jumat (26/6/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi namun cenderung menguat.

— “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.885-5.770 dan resist 6.115-6.230,”

Sentimen Pasar Global

Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas indeks melemah. Tekanan jual terutama menghampiri saham sektor teknologi, meskipun beberapa emiten tercatat menguat setelah melaporkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi.

Sektor non-teknologi membantu mendorong indeks Dow Jones berhasil menutup di zona positif pada sesi tersebut.

Pergerakan Saham Teknologi

Saham Apple tercatat terkoreksi hingga 6,12% setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad terkait lonjakan harga komponen untuk produk tersebut. Microsoft juga melemah 3,46% menyusul pengumuman kenaikan harga untuk konsol Xbox.

Sementara itu, Micron Technology mencatat penguatan signifikan setelah melaporkan kinerja keuangan yang lebih baik dari ekspektasi.

Data Ekonomi

Dari sisi data ekonomi, indikator inflasi favorit The Fed, PCE, mencatat kenaikan 0,4% secara bulanan pada Mei—sedikit di bawah ekspektasi 0,5%—sedangkan secara tahunan berada di 4,1%, sesuai dengan perkiraan.

Rekomendasi Saham

CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi untuk aktivitas trading pada Jumat (26/6/2026) terhadap saham-saham berikut:

  • JPFA
  • TINS
  • WIIM
  • HMSP
  • MDKA
  • BBCA