Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mendapat perhatian analis pada akhir Juni 2026. KB Valbury Sekuritas merekomendasikan posisi trading buy untuk saham ini dengan target harian dan target valuasi jangka panjang yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.

Rumusan rekomendasi itu menyertakan level entry, target harian, serta batasan risiko bagi investor yang ingin melakukan trading. Rekomendasi teknikal dan simulasi valuasi menjadi dasar keputusan tersebut.

Rekomendasi dan Level Harga

Untuk trading harian, KB Valbury merekomendasikan target harga Rp6.300 dengan kisaran masuk pada Rp6.050–6.175 sebagai entry price. Rumah analis menetapkan level resistance di Rp6.300 dan support di Rp6.050.

Rumah analis memperingatkan agar investor waspada jika harga menembus Rp6.050 dan menetapkan stop loss pada level Rp5.800, menurut catatan risetnya.

Pergerakan Harga Terakhir

Pada perdagangan Jumat (26/6/2026), saham BBCA ditutup menguat 2,49% ke Rp6.175. Dalam sepekan, saham ini tercatat melemah 1,9%, namun dalam sebulan tercatat naik 1,2%. Secara kumulatif sejak awal tahun (YTD), BBCA tercatat turun 23,5%.

Hasil Simulasi Valuasi

KB Valbury menilai valuasi saham BBCA saat ini belum sepenuhnya mencerminkan prospek fundamental perusahaan. Untuk menguji batas bawah valuasi, analis melakukan simulasi menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM) dengan asumsi konservatif.

Dalam skenario sangat defensif, rumah analis menaikkan tingkat imbal hasil bebas risiko sebesar 100 basis poin dan premi risiko ekuitas sebesar 240 basis poin. Hasil simulasi tersebut menghasilkan nilai dasar sebesar Rp6.860 per saham.

Meski menggunakan asumsi yang sangat defensif, hasil simulasi tetap menghasilkan nilai dasar sebesar Rp6.860 per saham. Temuan ini menunjukkan masih terdapat ruang kenaikan yang menarik,

kata analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, dalam risetnya.

Target Jangka Panjang

Berdasarkan valuasi GGM, KB Valbury mempertahankan target harga BBCA sebesar Rp9.480, yang merepresentasikan potensi kenaikan sekitar 53,5% dari level saat ini. Target tersebut setara dengan estimasi rasio price to book value (P/B) 2026 sebesar 3,8 kali.

Saat ini, BBCA diperdagangkan pada P/B 2026 sekitar 2,5 kali, yang menurut riset berada jauh di bawah rata-rata historis dan bahkan di bawah level minus dua standar deviasi (-2SD).