Musim liburan sekolah 2026 diperkirakan meningkatkan mobilitas dan pengeluaran masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi saham-saham sektor ritel dan transportasi. Pemerintah menyiapkan paket stimulus transportasi dan Nataru senilai total Rp2,04 triliun, termasuk alokasi sekitar Rp663,26 miliar untuk libur sekolah semester genap.

Kalender liburan dimulai 29 Juni 2026 hingga 13 Juli 2026, periode yang diperkirakan mendorong kunjungan ke destinasi wisata, pusat perbelanjaan, serta permintaan layanan transportasi darat dan jasa terkait.

Stimulus Pemerintah Untuk Libur Sekolah

Dalam paket stimulus senilai Rp2,04 triliun, alokasi untuk periode libur sekolah ditujukan untuk mendukung mobilitas sekitar 4,4 juta penumpang dan lebih dari 377 ribu kendaraan. Stimulus ini menjadi salah satu faktor yang dinilai bisa memperkuat permintaan sektor transportasi jangka pendek.

Potensi Saham Ritel dan Transportasi

Andrian Alamsyah Putra, Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia, mengatakan musim libur sekolah merupakan momentum yang perlu dicermati investor karena berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga dan kunjungan ke pusat perbelanjaan.

Ia menyebut saham emiten ritel seperti PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) berpeluang mendapatkan kenaikan permintaan selama liburan, terutama karena portofolio MAP Group mencakup merek fashion, olahraga, gaya hidup, dan restoran.

“Selain saham emiten seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR), investor juga bisa mencermati saham emiten di sektor ritel seperti PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan selama musim liburan sekolah,” kata Andrian.

Andrian menambahkan karakter konsumen MAPA dan MAPI yang mayoritas segmen menengah atas membuat kinerja grup tersebut relatif lebih tahan terhadap fluktuasi daya beli dibandingkan sebagian emiten konsumer lainnya.

Dari sisi transportasi, Jasa Marga disebut berpotensi menjadi penerima manfaat utama karena volume kendaraan di ruas tol yang dikelolanya diperkirakan meningkat. Andrian mengatakan Jasa Marga memiliki posisi strategis untuk menangkap tambahan arus kendaraan tersebut.

Ia juga menyoroti PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang dapat menikmati peningkatan volume perjalanan ke stasiun, bandara, pusat perbelanjaan, atau destinasi wisata. Fokus layanan premium dan korporasi memberi peluang tambahan selama periode libur sekolah.

Rekomendasi Saham

Semua saham yang disebutkan—JSMR, MAPA, MAPI, dan BIRD—termasuk dalam cakupan riset CGS dan direkomendasikan dengan asumsi jangka pendek yang lebih positif.

  • JSMR: rekomendasi add dengan target harga Rp4.600.
  • MAPI: rekomendasi add dengan target harga Rp1.650.
  • MAPA: rekomendasi add dengan target harga Rp1.050.
  • Blue Bird (BIRD): rekomendasi add dengan target harga Rp1.920.

Sentimen Teknikal

Secara teknikal, Andrian mencatat saham JSMR masih menunjukkan tren bullish jangka pendek dengan volume yang solid. Ia memproyeksikan target harga di kisaran Rp2.970–Rp3.020, serta area support di Rp2.870 dan Rp2.820.

Saham MAPI dan MAPA juga diproyeksikan mempertahankan tren bullish. Untuk MAPI, level support disebut berada di Rp1.490 dan Rp1.465 dengan target pantulan ke Rp1.540–Rp1.565. Untuk MAPA, area support di Rp585 dan Rp570 dengan target rebound Rp615–Rp630.

Blue Bird dipandang masih berada dalam tren positif jangka pendek meski sempat mengalami pullback. Andrian mengamati fase pullback tersebut dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness, dengan potensi support baru di Rp1.635 dan Rp1.605 serta target resistance di Rp1.695–Rp1.725.

Dividen Blue Bird

Blue Bird memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp166 per saham, naik 38,33% dibanding dividen sebelumnya Rp120 per saham. Keputusan ini disetujui dalam RUPST perseroan pada 18 Juni 2026.

“Dividen tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai kepada pemegang saham dengan tetap menjaga kebutuhan investasi dan penguatan struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang,”

kata Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono.

Menurut keterangan perusahaan, dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 30 Juni 2026 dan dibayarkan pada 10 Juli 2026. Jumlah dividen mencapai 65,3% dari laba bersih 2025 sebesar Rp635,84 miliar, sementara sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.