Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 8 Juni 2026 mencapai Rp124,7 triliun. Angka itu setara 44,7% dari target penyaluran KUR tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp279 triliun.

Realisasi tersebut melibatkan 1,98 juta debitur dengan komposisi debitur pria sebanyak 1,03 juta orang (52,2%) dan debitur wanita sebanyak 950 ribu orang (47,8%).

— “Capaian penyaluran KUR hingga saat ini telah mencapai Rp124,7 triliun atau 44,7% dari target,” ujar Astera Primanto Bhakti dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/6/2026).

Dominasi Sektor Produktif

Berdasarkan data historis periode 2020–2025, penyaluran KUR didominasi sektor pertanian sebesar 37,7% dan perdagangan 36%.

Sektor lain yang menerima penyaluran antara lain jasa 16,9%, industri pengolahan 7,7%, perikanan 1,6%, dan konstruksi 0,1%.

Sebagai perbandingan, pada 2025 pemerintah berhasil merealisasikan KUR sebesar Rp270 triliun dari target Rp287 triliun.

Kinerja Program Ultra Mikro (UMi)

Selain KUR, pemerintah melaporkan realisasi program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) per 5 Juni 2026 sebesar Rp5,36 triliun dengan total 14,87 juta debitur.

Program UMi menunjukkan dominasi debitur perempuan, tercatat 14,4 juta orang atau sekitar 97,26% dari total peserta.

Secara kumulatif sejak 2017 hingga Juni 2026, total penyaluran UMi mencapai Rp64,2 triliun, terdiri dari Rp39,5 triliun melalui akad syariah dan Rp24,7 triliun melalui akad konvensional.

Peran Program Pembiayaan

KUR dan UMi disebut sebagai instrumen strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui penyediaan modal dengan suku bunga terjangkau, program ini diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong inklusi keuangan, khususnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi.