PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan laba bersih sebesar US$29,94 juta pada kuartal I-2026 atau setara Rp534 miliar (asumsi kurs Rp17.850 per US$). Angka ini berubah dari rugi US$3,45 juta pada periode sama tahun lalu.

Keuntungan kuartalan ini merupakan rekor tertinggi MBMA sejak penawaran umum perdana pada April 2023 dan mendekati laba sebelum IPO pada semester I-2022 yang tercatat US$33,42 juta.

Pendapatan Menguat

Dalam laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026, MBMA melaporkan pendapatan usaha sebesar US$455 juta, naik dari US$366 juta di kuartal I-2025.

Kenaikan pendapatan terutama dipicu oleh kontribusi penjualan nickel pig iron (NPI) kepada pihak ketiga yang meningkat dari US$188,7 juta menjadi US$208,1 juta, serta penjualan bijih nikel limonit yang naik menjadi US$96,9 juta dari US$31,8 juta. Sebaliknya, penjualan nikel matte kepada pihak ketiga turun dari US$134,7 juta menjadi US$123,6 juta.

Beban, Laba Kotor, dan Laba Usaha

Beban pokok pendapatan turun dari US$347 juta menjadi US$330 juta sehingga MBMA mencatat laba kotor sebesar US$124,8 juta pada kuartal I-2026.

Sementara itu, beban usaha naik seiring peningkatan pendapatan. Beban penjualan dan pemasaran meningkat dari US$1,06 juta menjadi US$1,3 juta, dan beban umum serta administrasi naik dari US$6,2 juta menjadi US$10,1 juta.

Dengan kondisi tersebut, laba usaha MBMA tercatat US$113,4 juta, jauh melampaui laba usaha pada 31 Maret 2025 yang sebesar US$11,5 juta.

Laba Periode Berjalan dan Arus Kas

Setelah pajak, MBMA mencatat laba periode berjalan sebesar US$81,9 juta pada kuartal I-2026, naik 1.233% dibandingkan US$6,1 juta pada kuartal I-2025.

Arus kas perusahaan juga membaik. Kas dan setara kas awal periode sebesar US$192 juta meningkat menjadi US$349 juta pada akhir periode, didukung arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$152 juta dibandingkan rugi arus kas operasi sebesar US$10,8 juta pada periode sebelumnya.