Keandalan pasokan listrik menjadi penopang utama bagi aktivitas industri, bisnis, dan rumah tangga saat negara mendorong pertumbuhan ekonomi. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PLN menunjukkan lebih dari 60% pembangkit listrik nasional masih bergantung pada batu bara sebagai sumber energi primer.

Kondisi tersebut menempatkan logistik batu bara sebagai komponen krusial dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Pengelolaan rantai pasok dari tambang hingga pembangkit membutuhkan manajemen yang terkoordinasi untuk mencegah gangguan distribusi.

PT Oktasan Baruna Persada, mitra strategis BUMN di sektor energi, menyatakan komitmennya memastikan setiap ton batu bara tiba tepat waktu ke pembangkit listrik di berbagai daerah.

— “Kami sadar betul bahwa sektor energi adalah tulang punggung perekonomian nasional. Ada banyak orang dari pelaku usaha hingga masyarakat umum yang menggantungkan hajat hidupnya ke performa kami,” kata Direktur Oktasan Tomi Hadi.

Tomi menyatakan perusahaan terus mendorong prinsip continuous improvement, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat teknologi, serta menerapkan good corporate governance (GCG) secara konsisten.

Rantai Pasok Hulu-ke-Hilir

Menurut Tomi, pengamanan jalur distribusi batu bara melibatkan proses kompleks. Tahapan yang harus dikelola meliputi manajemen wilayah tambang, transportasi darat, penanganan di pelabuhan muat, hingga rute pelayaran niaga menuju pelabuhan bongkar.

Untuk mengurangi risiko keterlambatan, Oktasan mulai menerapkan standarisasi armada modern dan sistem pemantauan berbasis teknologi terkini. Upaya ini dimaksudkan menjaga ritme pasokan sehingga aktivitas ekonomi di berbagai wilayah tidak terganggu.

Penegakan Tata Kelola dan Kepatuhan

Tomi juga menyoroti bahwa pengawasan terhadap industri ekstraktif menuntut peningkatan tata kelola perusahaan. Kepatuhan terhadap regulasi dan integritas bisnis kini menjadi salah satu indikator utama penilaian korporasi.

Transformasi operasional yang lebih patuh hukum, kata dia, sedang diimplementasikan oleh mitra strategis BUMN termasuk Oktasan. Integrasi SDM tersertifikasi dan pemanfaatan data serta teknologi diharapkan mendukung efisiensi bisnis sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang.