Investor pasar modal disarankan menerapkan strategi terukur saat menghadapi penurunan harga saham yang drastis dan kondisi pasar yang tidak menentu. Pengalaman krisis sebelumnya menjadi pengingat penting bagi pemegang saham untuk menjaga disiplin investasi.
Beberapa periode gejolak pasar yang tercatat antara lain krisis 1998 dengan inflasi mencapai 58% dan IHSG tercatat di level 398, krisis global 2008 yang dipicu skandal sub-prime mortgage di AS, serta guncangan pasar pada 2020 akibat penyebaran virus corona (Covid-19). Dalam situasi-situasi tersebut, aliran modal asing bergeser ke aset safe haven seperti emas dan surat utang, sementara pelepasan kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia meningkat.
Tiga Jurus Cerdas Menghadapi Saham Anjlok
MNC Sekuritas merangkum tiga langkah praktis yang bisa dipertimbangkan investor ketika menghadapi penurunan pasar.
1. Tunggu Kepanikan Mereda
Salah satu fenomena yang kerap terjadi adalah panic selling. MNC Sekuritas menekankan agar investor tidak tergesa-gesa membeli saat harga saham sedang jatuh.
Disarankan menunggu hingga kepanikan mereda dan harga mulai stabil. Saat pasar bergeser dari merah ke hijau, barulah investor dapat mempertimbangkan menambah kepemilikan pada saham yang dinilai menarik dengan harga diskon.
2. Pertahankan Saham yang Dimiliki
Cara lain adalah menyimpan saham yang sudah ada, terutama jika termasuk saham big cap atau blue chips dengan fundamental yang kuat. Kategori big cap disebut meliputi emiten dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp 40 triliun.
Indeks yang berisi 45 emiten ini menjalani proses seleksi likuiditas pasar setiap enam bulan sekali. Saham berkapitalisasi besar umumnya berpeluang lebih cepat rebound setelah penurunan IHSG, namun strategi ini cocok bagi investor yang menggunakan dana menganggur karena pemulihan harga memerlukan waktu.
3. Selalu Siapkan Dana Likuid
Meski yakin pada portofolio, investor harus menjaga ketersediaan dana likuid untuk kebutuhan sehari-hari. Pengelolaan arus kas yang bijak memastikan kondisi keuangan pribadi tidak terganggu saat pasar mengalami tekanan.
Singkatnya, tiga langkah yang disarankan adalah menunggu kepanikan berakhir, mempertahankan saham berkualitas, dan memastikan ketersediaan dana tunai. Ketiga langkah ini dimaksudkan membantu investor melewati periode volatilitas tanpa mengorbankan kebutuhan likuiditas.
Ikuti Ihram.co.id
